8 Jenis Pernikahan Ini Dilarang dalam Islam

Kantamedia.com – Dalam Islam terdapat beberapa jenis pernikahan yang dilarang secara tegas. Pernikahan bagi Islam dianggap sebagai ikatan suci antara seorang pria dan wanita yang diatur sesuai syariat Allah Swt.

Namun, terdapat jenis-jenis pernikahan yang dilarang. Dilansir dari buku “Fiqih Keluarga Terlengkap” dan “Panduan Muslim Kaffah”, berikut ini penjelasannya.

1. Nikah badal (tukar-menukar istri)

Salah satu jenis pernikahan yang dilarang dalam Islam adalah nikah badal. Dalam pernikahan jenis ini, pihak istri tidak diberi hak untuk berpendapat atau mengambil keputusan. Keputusan tentang pertukaran murni ditentukan oleh suami. Jadi, bila ada dua suami melakukan kesepakatan untuk bertukar istri tanpa perlu membayar mahar, maka disebut nikah badal.

2. Zawaj al-istibda’

Dalam pernikahan ini, pihak suami diperbolehkan memaksa istrinya untuk tidur dengan laki-laki lain sampai hamil dan setelah hamil istri dipaksa untuk kembali kepada suaminya semula. Nikah ini bertujuan semata-mata untuk memperoleh bibit unggul. Tentunya, laki-laki yang diminta untuk tidur dengan sang istri adalah laki-laki yang dianggap istimewa.

Pernikahan jenis ini dilarang dalam Islam, karena merugikan dan menindas perempuan. Padahal, Islam sangat menghormati dan menjunjung tinggi perempuan.

3. Nikah mut’ah

Jenis pernikahan ketiga yang dilarang dalam Islam adalah nikah mut’ah. Secara bahasa, kata “mut’ah” memiliki arti kenikmatan, kesenangan, dan kelezatan. Dari makna ini, maka nikah mut’ah adalah pernikahan yang bertujuan untuk kenikmatan atau kesenangan semata-mata.

Dalam praktiknya, nikah mut’ah adalah pernikahan dengan menetapkan batas waktu tertentu misal sehari, dua hari, seminggu, sebulan, setahun, atau tergantung kesepakatan. Setelah batas waktu habis, maka mereka akan bercerai (bukan lagi suami-istri). Jadi, nikah mut’ah adalah nikah sementara waktu dengan imbalan tertentu.

Bagikan berita ini

KANTAMEDIA CHANNEL

YouTube Video
Bsi