Amalan Setelah Akad Nikah

Oleh: Muhammad Ghozali

Kantamedia.com – Setelah Ijab Qobul dan para saksi, sesepuh serta penghulu mengatakan Sah, maka selamat akad nikah Anda dinyatakan sah menurut syariat Agama Islam. Namun setelah itu ada hal yang harus kita perhatikan sebelum menginjakan kaki lebih jauh dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang terkadang banyak hadangan dan rintangan.

Hadangan dan rintangan itu muncul karena dalam jalinan pernikahan bukan bicara tentang individu semata, melainkan menyatukan dua isi kepala yang berbeda, menggabungkan dua keluarga besar yang berbeda serta melaraskan visi dan misi dalam berkeluarga.

Pada dasarnya, dunia akan melihat seorang suami sebagai papannya seorang istri dan seorang istri sebagai sandangnya seorang suami. Maka dari itu pernikahan bukanlah sebatas pelampiasan nafsu duniawi semata, melainkan mahligai dalam menemukan cinta kasih sehidup sesurga.

Untuk mencapai keluarga yang sehidup sesurga, maka kita perlu memperhatikan hal-hal yang menunjang prinsip keluarga Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah berikut ini:

  1. Sebelum masuk ke kamar pengantin, menurut adabnya kita harus mensucikan diri dari dosa dan memperindah diri dengan bertaubat kepada allah Swt. Perbanyak membaca Istighfar, berserah kepada Allah Swt terhadap diri yang begitu banyak dosa, dan memohon untuk di bersihkan oleh Allah Swt dari segala bentuk keburukan. Sebab apabila kita berhubungan intim dengan Istri dan diri kita berlumuran dosa, dikhawatirkan nanti anak yang dilahirkan menjadi anak yang banyak melakukan dosa.
  2. Pada saat setelah resepsi atau Akad, banyak hal yang menjadi sunnah di mata Rasulullah Saw seperti dengan masuk ke kamar pengantin pada waktu ba’da Isya atau boleh juga ba’da Maghrib sebelum Isya. Disunatkan juga Ketika akan masuk ke kamar pengantin mendahulukan kaki kanan disertai dengan membaca do’a berikut ini: “Bismillah. Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa”.
  3. Kemudian Salat sunat 2 rakaat, mau itu sholat sunat hajat,atau shalat sunat mutlak, ajaklah Istri untuk melaksanakan salat sunat.
  4. Kemudian membaca : Al Fatihah 3x, Al Ikhlas 3x, Sholawat 3x (Baca Sholawat yang kita bisa).
  5. Kemudian berdo’a kepada Allah Swt dengan membaguskan adab kita kepada Allah Swt , sebagai Hamba-Nya yang membutuhkan Rohman dan Rohim Nya Allah Swt. Do’anya adalah sebagai berikut: “Allohumma baariklii fii ahlii wa baarik li ahlii fiyya Allohummarzuqhum minni warzuqnii minhum warzuqnii ulfahum wamawaddatahum warzuqhum ulfii mawaddatii wa habib ba’dhona ila ba’dhi”.
  6. Kemudian untuk Pengantin laki-laki dianjurkan memerintahkan Pengantin perempuan untuk mengambil wudhu, apabila Pengantin Istri belum memiliki wudhu, kemudian diperintahkan untuk melaksanakan Shalat Maghrib atau Isya dan ajaklah untuk Sholat berjamaah di belakang Pengantin Pria, seraya mengaminkan doa-doa nya. Apabila sudah selesai Sholat dan berdo’a, kemudian Pengantin Pria menghadap ke Pengantin Perempuan dalam keadaan masih duduk, kemudian mengucapkan salam lagi kepada pengantin perempuan,.
  7. Kemudian simpan tangan Pengantin Pria pas di atas ubun-ubun Pengantin Perempuan sambil menyuruh Pengantin Perempuan agar agak sedikit membungkuk melihat ke bawah supaya mudah menyentuh ubun-ubun Pengantin istri (bagian depan kepala). Kemudian bacakan do’a ini: “Allohumma inni asaluka khoeroha wakhoeroma jabaltaha ‘alaihi wa a’udzubika min syarri haa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi”.
  8. Kemudian bacakan lagi surat berikut ini dengan posisi tangan masih tetap ada di atas ubun-ubun Pengantin Perempuan: QS. Yaasin 1x, QS. Al-Waqi’ah 1x, QS. Ad-duha 1x, QS. Al-Insyiroh (Alam Nasyroh) 1x, QS. An-Nasr 1x, Ayat Kursi 1x, dan QS. Al-Qadr 1x. (Ajaklah Pengantin perempuan membacanya agar tidak mengantuk)
  9. Setelah membaca Surat-surat yang lumayan agak Panjang,kemudian tangan Pengantin laki-laki turunkan dari ubun-ubun ke punggung Pengantin Perempuan,kemudian baca do’a ini: “Yaa roqib 3x fallahu khoiru hafidzon wahuwa arhamur raahimiin”.
  10. Dianjurkan oleh Pengantin Pria ajaklah Pengantin Perempuan ngobrol dengan bahasan obrolan ringan, agar Pengantin Perempuan tidak merasa tegang.
  11. Sediakan baskom atau wadah untuk air basuhan.
  12. Kemudian Perintahkan agar Pengantin Perempuan duduk, dan terus cuci kakinya sambil membaca Bismillah dan Sholawat. Kemudian air basuhan kakinya diciprat-cipratkan ke pojok-pojok kamar dan rumah (Agar tidak menimbulkan fitnah dan kecurigaan dari keluarga Pengantin Perempuan, apabila masih banyak sisanya, cipratkan ke semua pojok-pojok rumah di saat sepi). (**)

 

(Muhammad Ghozali; Kp. Giriayu Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang,   Kabupaten Garut, Jawa Barat)

TAGGED:
Bagikan berita ini
Bsi
Premium Wordpress Themes