Oleh karena itu, pastikan Anda menunggu hingga air benar-benar bergejolak dan mengeluarkan banyak uap sebelum memasukkan mi. Dengan cara ini, mi akan matang secara merata dari luar hingga ke dalam, menghasilkan tekstur kenyal yang diinginkan dan jauh dari rasa enek.
Memasak mi instan dengan benar tidak hanya meningkatkan rasa, tetapi juga memberikan pengalaman makan yang lebih memuaskan.
Mengikuti langkah-langkah ini akan menjamin bahwa setiap suapan mi instan yang Anda nikmati akan terasa lezat dan memuaskan.
3. Tidak Membuang Air Rebusan yang Pertama
Banyak penggemar mie instan seringkali langsung menambahkan bumbu ke dalam air rebusan pertama. Padahal, tindakan ini bisa menjadi kesalahan saat memasak mie instan yang dapat menyebabkan rasa cepat enek, serta berdampak negatif pada kesehatan.
Air rebusan pertama mie instan biasanya mengandung lapisan lilin (wax coating) dan residu pengawet. Lapisan lilin ini berasal dari proses penggorengan mie selama produksi, sedangkan residu pengawet juga terlarut dalam air rebusan tersebut.
Menggunakan air ini sebagai kuah berarti Anda juga mengonsumsi zat tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan oleh tubuh. Hal ini dapat mengurangi kesegaran rasa kuah dan berpotensi memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Oleh karena itu, disarankan untuk membuang air rebusan pertama setelah mie setengah matang atau matang. Kemudian, ganti dengan air panas baru untuk kuah.
Langkah sederhana ini dapat membuat mie instan terasa lebih bersih dan segar, serta mengurangi risiko rasa enek yang tidak diinginkan. Dengan cara ini, Anda tidak hanya mendapatkan rasa mie instan yang lebih enak, tetapi juga lebih sehat.
Menghindari zat tambahan yang tidak perlu akan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh Anda dalam jangka panjang. Jadi, jangan ragu untuk mempraktikkan cara ini saat menyajikan mie instan kesukaan Anda.
4. Mencampurkan Bumbu Saat Merebus
Kebiasaan mencampurkan bumbu mie instan langsung ke dalam air yang sedang mendidih merupakan salah satu kesalahan umum saat memasak yang sering kali diabaikan.
Suhu air yang sangat tinggi dapat memengaruhi kualitas serta komposisi bumbu yang digunakan. Menurut beberapa ahli, sebaiknya hindari mencampurkan bumbu pada suhu di atas 120°C karena potensi dampak negatifnya.
Suhu ekstrem ini dapat merusak nutrisi dalam bumbu dan bahkan menghasilkan senyawa berbahaya dari MSG serta natrium.
Perubahan kimiawi yang terjadi akibat suhu tinggi ini dapat mengubah cita rasa asli bumbu, sehingga membuatnya kurang nikmat atau bahkan terasa aneh di lidah.



