Palangka Raya, kantamedia.com – Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Tengah, Herry Hernawan, mengungkapkan penerimaan pajak dari sektor pertambangan dan perkebunan di daerah masih belum optimal.
Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara bersama wartawan di Kantor DJPb Kalteng, Selasa (27/1/2026). Menurut Herry, rendahnya kontribusi pajak dipengaruhi persoalan legal, administrasi, serta penyesuaian sistem digital di sektor usaha.
Selain itu, penurunan harga batu bara turut menekan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Kondisi ini berdampak langsung pada penerimaan negara dari sektor ekstraktif.
Herry menegaskan, ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah harus segera dikurangi melalui strategi hilirisasi dan industrialisasi. “Kalau CPO diolah jadi produk turunan seperti kosmetik atau margarin, nilai ekonominya jauh lebih besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, industri pengolahan akan menyerap tenaga kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan pajak daerah dan nasional. (Daw).


