Jakarta, Kantamedia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (29/1/2026) di tengah berlanjutnya sentimen negatif dari investor global pasca peringatan MSCI terkait risiko investabilitas pasar saham Indonesia.
Sekitar pukul 09.30 WIB, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan sementara setelah IHSG anjlok 8 persen dalam satu periode perdagangan dan parkir di level 7.654,66. Sebanyak 694 saham tercatat turun, 34 naik, dan 230 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp10,78 triliun dengan volume 12,07 miliar saham dalam 852.200 kali transaksi.
Sepanjang pekan ini, IHSG sudah terkoreksi 14,59 persen. Kapitalisasi pasar pun merosot tajam, dengan Rp2.550 triliun menguap dari pasar modal dalam empat hari terakhir. Kapitalisasi pasar pada perdagangan intraday hari ini tercatat sebesar Rp13.820 triliun.
Tekanan IHSG masih dibayangi sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari BEI, investor menilai kategorisasi pemegang saham KSEI belum cukup andal untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi.
Sementara itu, Goldman Sachs menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight. Dalam laporan terbarunya, bank investasi asal Amerika Serikat itu memperkirakan aksi jual pasif (passive selling) oleh investor global masih akan berlanjut. “Kami memperkirakan akan ada lanjutan passive selling dan menilai perkembangan ini akan menjadi overhang yang menahan kinerja pasar,” tulis analis Goldman Sachs, dikutip dari Business Times.
Dengan kondisi ini, pasar modal Indonesia masih menghadapi tekanan kuat akibat persoalan struktural terkait kepemilikan saham dan free float, yang menjadi sorotan investor global. (Mhu).



