Inilah 10 Negara Investor Terbesar di Indonesia, Juaranya Bukan China

Kantamedia.com – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis laporan terbaru mengenai negara-negara yang berkontribusi besar terhadap arus investasi asing ke Indonesia sepanjang kuartal I 2025.

Temuan ini cukup menarik karena kembali menegaskan bahwa posisi puncak investor terbesar bukan ditempati China, seperti yang sering diasumsikan banyak pihak.

Pemaparan data tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, yang menegaskan bahwa hasil evaluasi triwulan ini memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah pergerakan modal global yang masuk ke Indonesia.

Ia juga menekankan bahwa performa investasi pada awal tahun 2025 mencerminkan kepercayaan kuat dari para investor terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Dengan dirilisnya laporan tersebut, lantas negara mana saja yang tercatat sebagai penyumbang investasi terbesar bagi Indonesia?

Daftar Negara dengan Investasi Terbesar Di Indonesia

Singapura tercatat sebagai negara dengan investasi terbesar di Indonesia pada kuartal I 2025. Total investasi yang dikucurkan Singapura mencapai US$ 4,6 miliar, yang jika dikonversikan dengan kurs Rp16.645,50 (28/11/2025), setara dengan sekitar Rp76,57 triliun.

Nilai ini menjadikan Singapura sebagai penyumbang modal asing terbesar pada periode tersebut. Berikut 10 negara dengan investasi asing terbesar di Indonesia pada kuartal I 2025 beserta nilai dalam rupiah:

  1. Singapura – US$ 4,6 miliar = Rp76,57 triliun
  2. Hong Kong – US$ 2,2 miliar = Rp36,62 triliun
  3. China – US$ 1,8 miliar = Rp29,96 triliun
  4. Malaysia – US$ 1 miliar = Rp16,64 triliun
  5. Jepang – US$ 1 miliar = Rp16,64 triliun
  6. Amerika Serikat (AS) – US$ 802,16 juta = Rp13,35 triliun
  7. Korea Selatan – US$ 683,29 juta = Rp11,36 triliun
  8. Belanda – US$ 403,87 juta = Rp6,72 triliun
  9. Kepulauan Virgin Inggris – US$ 173,69 juta = Rp2,89 triliun
  10. Inggris – US$ 149,66 juta = Rp2,49 triliun

Berdasarkan data di atas, Singapura menyalurkan investasi sebesar US$ 4,6 miliar, yang jika dikonversikan menggunakan kurs Rp16.645,50 (28 November 2025) setara dengan sekitar Rp76,56 triliun.

Dominasi ini bukan hal baru, mengingat Singapura telah menempati posisi puncak selama hampir sepuluh tahun. Perannya sebagai pusat keuangan internasional membuat banyak perusahaan global menyalurkan investasinya ke Indonesia melalui negara tersebut.

Dari data tersebut juga terlihat bahwa negara lain menyusul di bawahnya dengan nilai investasi yang bervariasi.

Hong Kong berada di urutan kedua dengan US$ 2,2 miliar atau sekitar Rp36,62 triliun, kemudian China di posisi ketiga dengan US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp29,96 triliun.

Sementara Malaysia berada di peringkat keempat dengan US$ 1 miliar atau sekitar Rp16,64 triliun, disusul Jepang dengan nilai yang sama.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa meningkatnya investasi Malaysia terutama didorong oleh berbagai kerja sama joint venture (JV) antara perusahaan Indonesia dan Malaysia, terutama di sektor-sektor yang membutuhkan integrasi bisnis lintas negara. Tren ekspansi tersebut membuat kontribusi Malaysia naik cukup signifikan pada awal tahun 2025.

Pergerakan Jepang juga menjadi perhatian, karena negara tersebut naik ke posisi kelima setelah tahun sebelumnya berada di peringkat enam. Jepang dikenal konsisten memperluas portofolio investasinya pada sektor otomotif, manufaktur, hingga energi terbarukan.

Komitmen investasi tambahan, termasuk proyek energi bersih senilai hampir US$ 900 juta, semakin memperkuat posisinya di Indonesia.

Secara keseluruhan, BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang kuartal I 2025 mencapai Rp465,2 triliun. Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp230,4 triliun atau 49,5%, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sedikit lebih besar yakni Rp234,8 triliun atau 50,5%. (*/pri)

TAGGED:
Bagikan berita ini