Palangka Raya, Kantamedia.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia menyelenggarakan Podcast Huma Itah bertema “Pengembangan Ekosistem Keuangan Syariah di Provinsi Kalimantan Tengah” di Kantor OJK Kalteng.
Berdasarkan data OJK, indeks literasi keuangan syariah nasional pada 2025 mencapai 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi sebesar 80,51 persen. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan total aset Industri Jasa Keuangan Syariah yang mencapai Rp2.972,9 triliun pada Juni 2025.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan komitmen memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui sinergi dengan pemangku kepentingan, optimalisasi peran TPAKD, serta program GERAK Syariah. Ia memastikan setiap produk keuangan syariah berizin dan sesuai fatwa DSN-MUI, mendorong inovasi fintech syariah, serta memperluas akses pembiayaan UMKM melalui edukasi dan business matching.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Kalteng, Adhi Nugroho, menyampaikan komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi syariah melalui pengembangan industri halal, digitalisasi sistem pembayaran syariah, dan sinergi lintas lembaga. BI juga aktif menjembatani kolaborasi antara sektor keuangan syariah, pelaku usaha, dan masyarakat melalui program pengembangan kapasitas serta promosi produk halal.
Ketua MUI Kalteng, Khairil Anwar, menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai syariah sebagai fondasi kebijakan ekonomi. Ia menekankan peran ulama dalam memberikan fatwa, edukasi, dan pengawasan moral agar praktik ekonomi tetap sesuai prinsip syariah.
Melalui podcast ini, OJK, BI, dan MUI berharap masyarakat semakin memahami keuangan syariah, kritis dalam memilih layanan yang aman dan sesuai prinsip syariah, serta bersama-sama mendukung penguatan ekosistem keuangan syariah yang inklusif dan membawa kemaslahatan bagi Kalimantan Tengah. (Mhu).


