Kantamedia.com – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah sudah menetapkan target agar porsi kredit bagi sektor UMKM naik menjadi 30 persen dari total kredit perbankan pada 2024.
“Kami optimistis, porsi kredit untuk UMKM sebesar 30 persen pada 2024, seperti keinginan Presiden Joko Widodo, bakal tercapai,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dilansir Indonesia.go.id yang dikutip Rabu (7/12/2022).
Menurutnya, kebijakan ini menandai prioritas pemerintah untuk segera melahirkan UMKM unggul dan menguasai market dalam negeri. Salah satunya, mendorong porsi kredit UMKM sebesar 30 persen di perbankan pada 2024.
Sebab, jika dibandingkan dengan negara tetangga lainnya, porsi kredit UMKM di Indonesia relatif paling rendah. Di Singapura misalnya, porsi kredit untuk UMKM sudah mencapai 39 persen.
Demikian pula di Malaysia sudah mencapai 50 persen, Thailand di atas 50 persen, dan Korea Selatan 81 persen. “Jadi saya kira kita perlu untuk memperkuat akses pembiayaan supaya UMKM bisa punya kesempatan untuk mengembangkan kapasitas bisnisnya serta memperkuat daya saing produksinya,” tambahnya.
Sementara itu, data Bank Indonesia menjelaskan, penyaluran kredit UMKM sebenarnya terus meningkat. Bahkan, penyaluran kredit ke segmen ini tumbuh jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan total kredit perbankan secara nasional.
Kendati begitu, porsi kredit UMKM terhadap total kredit perbankan masih belum bergerak signifikan. Berdasarkan data Bank Indonesia, kredit UMKM per Oktober 2022 mencapai Rp1.237,8 triliun, atau tumbuh 17,7 persen secara tahunan alias year on year (yoy). Sedangkan total penyaluran kredit tumbuh 11,7 persen.
Artinya, porsi kredit UMKM ini terhadap total kredit perbankan baru mencapai 19,6 persen. Komposisi ini tidak jauh berbeda dari posisi Juni 2022. Meskipun demikian, pemerintah terus mendorong perbankan untuk meningkatkan porsi kredit sektor strategis ini.
Pembiayaan segmen ini ditargetkan bisa mencapai Rp1.800 triliun pada 2024, atau berkontribusi 30 persen terhadap total kredit. Dengan begitu, dalam dua tahun ke depan, perbankan harus mengejar penambahan outstanding kredit UMKM Rp562,2 triliun lagi.
Bagi sejumlah bank pemerintah, mereka kini harus bekerja keras untuk meningkatkan porsi penyaluran kredit ke sektor UMKM dengan tetap memegang prinsip prudent banking.
Bank Rakyat Indonesia (BRI), BUMN perbankan yang memang fokus di UMKM, misalnya, menargetkan porsi kredit segmen tersebut mencapai 85 persen pada 2024. Artinya, bank itu tinggal selangkah lagi untuk mencapai target porsi sebesar itu.
Per September 2022, kredit UMKM BRI mencapai Rp935,86 triliun, tumbuh 9,83 persen dari periode yang sama tahun lalu. Porsi terhadap total kredit sudah 84,2 persen.
Seperti disampaikan Dirut BRI Sunarso, dalam satu kesempatan, pencapaian itu merupakan bukti kesungguhan BRI memperbesar porsi kredit UMKM. Segmen itu jadi fokus perseroan tersebut karena bisa membantu meningkatkan lapangan pekerjaan baru.
Menurutnya, sebanyak 97 persen lapangan pekerjaan disediakan oleh UMKM. Setiap satu nasabah kredit usaha rakyat (KUR) rata-rata memberikan pekerjaan kepada tiga orang. Sementara itu, BRI mempunyai 8 juta nasabah KUR.
“Bisa dibayangkan dengan kontribusi pada dua pekerja saja, nasabah KUR BRI bisa menyerap 16 juta–24 juta tenaga kerja,” ujar Sunarso.
Tahun 2023, BRI menargetkan penyaluran kredit tumbuh antara 9 persen-11 persen. Sunarso yakin, bisa meraih pertumbuhan karena memiliki sumber pertumbuhan baru dengan hadirnya holding ultramikro.



