Sementara Bank Tabungan Negara (BTN), juga mendorong peningkatan kredit UMKM terutama segmen mikro. Langkah itu terkait penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) di sektor informal.
Menurut BTN, potensi pembiayaan mikro dari sektor perumahan itu cukup besar. Agar bisa memberikan layanan KPR kepada sektor informal, BTN terlebih dahulu memberikan pembiayaan mikro untuk mendukung usaha mereka.
Kredit mikro mencetak yield paling tinggi, sehingga diharapkan bisa mendorong profitabilitas. BTN pun berjanji terus mendorong pertumbuhan kredit mikro tersebut.
Demikian pula dengan BCA, yang berkomitmen menumbuhkan sektor UMKM. Per September 2022, kredit UMKM bank itu sudah mencapai Rp98,8 triliun, tumbuh 20,7 persen dari periode yang sama tahun lalu yang baru mencapai Rp81,9 triliun. Porsi UMKM baru mencapai 14,5 persen terhadap total kredit BCA.
Afirmasi pemerintah terhadap sektor UMKM sangat jelas. Harapannya, dukungan kepada pelaku UMKM menjadi lebih sederhana, cepat, dan tepat. Mereka semua butuh bantuan, sehingga tujuan mendongkrak ekonomi mereka untuk naik kelas bisa terwujud, dan masyarakat pun makin sejahtera.
Kebangkitan UMKM menjadi sangat penting sebagai garda terdepan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.
Seperti diketahui, sektor UMKM merupakan sektor yang sangat strategis bagi perekonomian nasional. Indikator itu bisa terlihat dari sumbangan UMKM bagi pembentukan produk domestik bruto (PDB).
Tidak itu saja, sektor UMKM yang identik sebagai sektor usaha ‘wong cilik’ pun banyak melakukan penyerapan tenaga kerja, serta menjadi penopang stabilitas sistem keuangan dan perekonomian.
Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan, jumlah UMKM di Indonesia sudah mencapai 99 persen dari keseluruhan unit usaha, dengan kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 60,5 persen dan terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 96,9 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional.
United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) dalam laporannya, ASEAN Investment Report 2022 yang diterbitkan Oktober 2022 menyebutkan, pelaku UMKM tercatat sebanyak 65,46 juta pelaku UMKM, berkontribusi sebesar 60,3 persen terhadap PDB dan mampu menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia.
Oleh karena itu, afirmasi pemerintah terhadap sektor UMKM sangat jelas. Bahkan, mendorong UMKM untuk bangkit dan naik kelas menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Kebangkitan UMKM menjadi hal yang sangat penting, sebagai garda terdepan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. Nah, bentuk afirmasi pemerintah terhadap UMKM adalah dengan memperbesar porsi kredit usaha bagi sektor itu. (jnp)



