- dolar AS menguat
- nilai tukar rupiah
- rupiah melemah
Kantamedia.com – Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin (30/3/2026). Mata uang Garuda turun 0,15 persen ke level Rp16.985 per dolar AS, mendekati batas psikologis Rp17.000.
Sepanjang perdagangan, tekanan terhadap rupiah sudah terlihat sejak awal sesi. Rupiah dibuka melemah 0,06 persen di posisi Rp16.970 per dolar AS, lalu terus bergerak turun hingga penutupan.
Di saat yang sama, indeks dolar AS atau US Dollar Index tercatat menguat. Pada pukul 15.00 WIB, indeks tersebut naik 0,10 persen ke level 100,252.
Penguatan dolar AS terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran konflik di kawasan Teluk yang berpotensi berlangsung dalam waktu lama. Situasi ini turut mendorong kenaikan harga minyak dunia dan memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi serta potensi perlambatan ekonomi global.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas nilai tukar dengan meluncurkan instrumen repo valuta asing menggunakan agunan Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI). Kebijakan tersebut mulai berlaku pada hari ini.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi operasi moneter yang berorientasi pada mekanisme pasar.
Menurutnya, instrumen baru tersebut diharapkan dapat menambah alternatif bagi perbankan dalam mengelola likuiditas valuta asing sekaligus mendukung pendalaman pasar keuangan domestik. (Mhu).


