Pemkab Barsel Siapkan Program Pemulihan Ekonomi Korban Karhutla

Buntok, kantamedia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mulai menyusun langkah strategis untuk memulihkan roda perekonomian masyarakat yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Program intervensi ekonomi tersebut dirancang secara terukur guna memastikan kesejahteraan warga dapat segera pulih.

Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, mengonfirmasi bahwa pemerintah daerah telah merancang skema bantuan komprehensif yang akan menyasar langsung sektor-sektor produktif masyarakat.

“Kita sudah siapkan program untuk membantu pemulihan perekonomian masyarakat, rencananya akan kita laksanakan mulai tahun depan (2027),” ujar Khristianto di Buntok, Senin (21/9/2026).

Khristianto menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini akan berpatokan pada data riil di lapangan dengan skema berbasis kepala keluarga (KK). Pendekatan tersebut diambil agar proses distribusi bantuan berjalan transparan, merata, serta benar-benar diterima oleh pihak yang membutuhkan.

Dalam perencanaannya, jenis bantuan yang disiapkan fokus pada penguatan modal usaha dan mata pencaharian utama warga di perdesaan. Pemkab Barito Selatan akan menyalurkan bantuan berupa bibit pertanian dan perkebunan, hingga bantuan bibit ternak.

“Jadi, misalnya mereka yang sebelumnya berkebun sawit, kita bantu bibit sawit, yang kebun karet kita bantu bibit karet, demikian juga yang beternak, kita bantu bibit ternak, Nanti semua akan kita data secara komprehensif,” ujarnya.

Bantuan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali aktivitas ekonomi warga yang sempat lumpuh atau menurun akibat dampak lingkungan serta material pascabencana karhutla.

“Melalui program penanganan pascabencana ini, Pemkab Barito Selatan berkomitmen untuk tidak hanya memadamkan api saat karhutla terjadi, tetapi juga mengawal proses pemulihan ekonomi warga hingga kembali stabil. Dengan penyaluran yang terencana pada tahun mendatang, warga terdampak diharapkan memiliki fondasi usaha yang lebih kuat dan mandiri secara berkelanjutan,” beber Khristianto Yudha. (pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *