Dalam amanatnya, Ahmad Rifa’i menyampaikan bahwa tahun yang telah dilalui merupakan periode yang penuh tantangan dan dinamika. Meski demikian, berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan berkat kerja keras dan kebersamaan seluruh ASN.
“Namun kita patut bersyukur, berkat kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan seluruh ASN, berbagai program pembangunan dapat berjalan, pelayanan kepada masyarakat terus meningkat, serta kepercayaan publik tetap terjaga,” ujar Rifa’i.
Memasuki tahun baru, Bupati menegaskan sejumlah hal penting yang harus menjadi perhatian bersama. Pertama, meneguhkan komitmen pelayanan publik. Ia menekankan bahwa ASN merupakan pelayan masyarakat yang dituntut untuk memberikan pelayanan cepat, tepat, ramah, transparan, dan akuntabel.
“Jadikan kantor sebagai rumah pelayanan, bukan sekadar tempat bekerja,” tegasnya.
Kedua, Ahmad Rifa’i mengingatkan pentingnya peningkatan disiplin, integritas, dan etika birokrasi. Menurutnya, budaya kerja harus terus diperbaiki dengan menjunjung tinggi disiplin waktu, administrasi, serta pelaksanaan program.
“Hindari perilaku yang bertentangan dengan aturan, pola kerja lamban, serta budaya menunda pekerjaan. Kabupaten Pulang Pisau membutuhkan ASN yang profesional dan berintegritas,” katanya.
Ketiga, Bupati menyoroti penguatan kinerja dan tata kelola pemerintahan. Perencanaan yang matang, pengelolaan keuangan yang tertib, serta pelaporan yang akurat dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Setiap perangkat daerah diminta memiliki target yang jelas dan langkah kerja yang terukur.
Keempat, ia menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antarperangkat daerah. Menurutnya, pembangunan tidak dapat dicapai secara parsial atau sektoral.
“Kita harus bekerja kompak, saling mendukung, dan menghindari ego sektoral. Yang kita bangun adalah kepentingan Kabupaten Pulang Pisau dan masyarakat,” pesan Rifa’i.
Di akhir amanatnya, Bupati kembali mengingatkan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) hingga pejabat pelaksana untuk mulai mempersiapkan perencanaan anggaran tahun 2026 sejak dini.
“Saya tekankan agar setiap program yang diajukan benar-benar terukur, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan memberikan dampak nyata, bukan sekadar melanjutkan kegiatan yang sudah ada,” pungkasnya. (arw/*)



