Pemkab Pulang Pisau Gelar Sosialisasi Penyusunan Desain Olahraga Daerah

Pulang Pisau, Kantamedia.com — Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menggelar Sosialisasi Penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD) Tahun 2025–2046 di Aula Disbudporapar, Rabu (19/11/2025).

Kegiatan dihadiri unsur KDH, WKDH, DPRD, Staf Ahli Bupati, Ketua KONI, analis olahraga, serta berbagai pemangku kepentingan keolahragaan daerah.

Dalam sambutan Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i yang dibacakan Staf Ahli Reliasi, ditegaskan bahwa penyusunan DOD merupakan langkah strategis pemerintah dalam menentukan arah kebijakan keolahragaan jangka panjang. DOD menjadi peta jalan pembangunan olahraga daerah hingga tahun 2046.

Reliasi menjelaskan bahwa kebijakan ini mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang mendorong pemerintah daerah untuk menyelenggarakan olahraga secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Penyusunan DOD ini sangat penting agar pembangunan olahraga di Kabupaten Pulang Pisau bergerak dalam satu arah, terukur, dan sesuai visi daerah yang berbudaya, berkeadilan, maju, dan berkelanjutan. Ini juga mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar Reliasi.

Ia menambahkan bahwa Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Keolahragaan telah ditetapkan, dan kini menjadi dasar hukum penyusunan DOD Pulang Pisau.

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Universitas Palangka Raya serta unsur teknis dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah, yang memberikan panduan mengenai struktur kebijakan olahraga jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap kegiatan ini mampu menghasilkan gagasan, data, dan rekomendasi komprehensif untuk memajukan olahraga daerah, baik di bidang olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, maupun pembinaan prestasi.

Menutup kegiatan, Reliasi menyampaikan harapan agar DOD Pulang Pisau menjadi instrumen yang mampu mendorong lahirnya cabang olahraga unggulan yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat regional dan nasional.

“Semoga sosialisasi ini menjadi awal penyusunan kebijakan olahraga yang lebih baik, terarah, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkaanya. (arw/*)

Bagikan berita ini