BPB-PK Kalteng Perkuat Kolaborasi Tangani Karhutla

Palangka Raya, Kantamedia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalimantan Tengah menegaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Sebangau dan Taman Nasional Tanjung Puting dilakukan melalui pola kolaborasi lintas lembaga.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB-PK Kalteng, Indra Wiratama, menyampaikan BPBD tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi potensi kebakaran di kawasan konservasi. 

“Kami pasti saling bahu-membahu. Ada Manggala Agni, Balai Pengendalian Perubahan Iklim, Dinas Kehutanan, dan unsur konservasi yang lebih banyak bergerak di kawasan taman nasional,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Menurut Indra, unsur kehutanan lebih dominan menangani kebakaran di hutan lindung dan konservasi, sementara BPBD fokus pada lahan di luar kawasan tersebut. “Ini bukan pembagian yang kaku, tapi sudah menjadi pemahaman bersama sesuai fungsi masing-masing,” jelasnya.

Menjelang musim kemarau, BPB-PK Kalteng rutin menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk memetakan potensi kerawanan dan menyiapkan strategi pencegahan. Salah satu langkah utama adalah pembentukan pos lapangan di wilayah rawan karhutla. 

“Pos lapangan kami bentuk melalui dukungan anggaran, salah satunya dari dana DBH-DR. Tahun lalu ada 77 pos, tahun ini kami berharap tidak berkurang,” kata Indra.

Berdasarkan Kajian Risiko Bencana, sebanyak 84 kecamatan di Kalimantan Tengah masuk kategori risiko tinggi karhutla. Penilaian dilakukan tidak hanya berdasarkan kondisi gambut, tetapi juga ketahanan masyarakat dan kesiapan sarana penanggulangan. 

Pos-pos lapangan tersebut bersifat sementara dan aktif sekitar lima bulan, mengikuti pola musim kemarau, biasanya pertengahan Juni hingga akhir September. (daw).

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *