Palangka Raya, Kantamedia.com – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, membuka peluang kerja sama internasional dalam pengelolaan lingkungan, khususnya ekosistem gambut. Langkah ini menyusul kunjungan pihak luar negeri yang menaruh perhatian pada kondisi alam di wilayah tersebut.
Menurut Gubernur, tamu dari luar negeri melihat kesamaan karakteristik gambut di Kalimantan Tengah dengan negara lain seperti Inggris. Kesamaan ini dinilai menjadi titik awal penting untuk memperkuat kolaborasi di bidang lingkungan hidup. “Mereka melihat lingkungan di sini dan sangat senang, ternyata ada persamaan gambut juga, ada di Inggris,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan pengelolaan gambut merupakan isu strategis karena kerentanannya terhadap kebakaran hutan dan lahan. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan kolaboratif berbasis pengetahuan untuk mengantisipasi risiko tersebut. “Gambut ini rawan kebakaran, bagaimana kita mengantisipasinya, itu yang menjadi perhatian bersama,” katanya.
Agustiar menyebut kunjungan tersebut sebagai kehormatan sekaligus peluang bagi Kalimantan Tengah untuk memperluas jejaring kerja sama global. Ia menilai keterlibatan pihak internasional dapat memperkuat kapasitas daerah dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. “Tentu ini kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Walaupun tamunya bukan secara langsung ke pemerintah daerah, tetapi ini Kalimantan Tengah, tentu kami melayani,” ucapnya.
Lebih lanjut, Gubernur tidak menutup kemungkinan adanya kerja sama lanjutan, terutama di sektor lingkungan dan pendidikan. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan agenda global yang juga melibatkan pemerintah pusat dalam isu keberlanjutan. “Tidak menutup kemungkinan ke depan, terutama terkait lingkungan dan pendidikan,” pungkasnya. (Daw).


