Kantamedia.com – Di tengah ekonomi yang membesar, sejumlah pengusaha dan konglomerat India berhasil mengakumulasi kekayaan dalam skala yang jauh lebih besar dibanding rata-rata masyarakat. Hal itu juga membuat sejumlah pengusaha India memiliki kekayaan yang mampu mencuri perhatian dunia.
Data Real GDP per Capita India terbaru per 11 Desember 2025 yang dipublikasikan oleh Visual Capitalist menempatkan pendapatan per kapita negara ini di kisaran US$10.378.
Jika melihat rentangnya sejak tahun 2000, pertumbuhannya bahkan mencapai sekitar 235%.
Meski PDB per kapita meningkat, namun pertumbuhan ini tidak dirasakan secara merata.
Pergerakan pasar saham, valuasi perusahaan, dan perkembangan sektor-sektor strategis membuat kekayaan mereka bergerak dinamis sepanjang 2025, ada yang naik signifikan, ada pula yang menurun meski bisnisnya tetap berjalan.
Melihat perkembangan ekonomi yang terus naik dan pergerakan kekayaan yang sangat dinamis tersebut, lantas, siapa saja pengusaha dan tokoh bisnis India yang berhasil mencapai posisi sebagai orang terkaya di negara ini berdasarkan data terbaru Desember 2025?
Daftar 10 Orang Terkaya Di India
Menurut laporan Forbes Real-Time Net Worth per 11 Desember 2025, India memiliki sejumlah tokoh bisnis yang kekayaannya menempatkan mereka di jajaran paling berpengaruh di dunia.
Kekayaan mereka tidak hanya mencerminkan keberhasilan individu, tetapi juga menggambarkan dinamika ekonomi India yang terus berkembang dan sektor-sektor strategis yang menjadi motor pertumbuhan negara.
Berikut adalah daftar 10 orang terkaya di India versi Forbes Real-Time Net Worth per 11 Desember 2025:
- Mukesh Ambani – US$110,4 miliar (+0,30%) atau sekitar Rp1.840 triliun
- Gautam Adani – US$65,4 miliar (-0,55%) atau sekitar Rp1.090 triliun
- Shiv Nadar – US$36,2 miliar (+0,40%) atau sekitar Rp603 triliun
- Savitri Jindal & family – US$35,8 miliar (+0,06%) atau sekitar Rp597 triliun
- Dilip Shanghvi – US$26,5 miliar (+0,48%) atau sekitar Rp441 triliun
- Lakshmi Mittal – US$23,2 miliar (+1,02%) atau sekitar Rp387 triliun
- Kumar Birla – US$20,6 miliar (+0,26%) atau sekitar Rp343 triliun
- Cyrus Poonawalla – US$20,0 miliar (-0,19%) atau sekitar Rp334 triliun
- Radhakishan Damani – US$15,6 miliar (-2,33%) atau sekitar Rp260 triliun
- Uday Kotak – US$14,9 miliar (-0,01%) atau sekitar Rp248 triliun
Mukesh Ambani menegaskan posisinya sebagai orang terkaya India, dengan Reliance Industries yang menjadi konglomerat multi-sektor, mulai dari energi hingga teknologi digital. Kenaikan kekayaan Mukesh Ambani sebesar 0,30% menunjukkan pertumbuhan stabil, meski menghadapi volatilitas pasar.
Peran aktif ketiga anak Mukesh Ambani, Akash, Isha, dan Anant, dalam mengelola divisi-divisi strategis turut mendukung kesinambungan inovasi dan ekspansi bisnis keluarga ini. Gautam Adani, yang berada di posisi kedua, mengalami sedikit penurunan kekayaan, yaitu sebesar 0,55%.
Meski sempat terdampak kontroversi Hindenburg Research pada tahun 2023, pemulihan nilai pasar setelah keputusan Mahkamah Agung menegaskan ketahanan grup ini dalam menghadapi tekanan eksternal.
Shiv Nadar dan Savitri Jindal & family menunjukkan pertumbuhan moderat, masing-masing +0,40% dan +0,06%.
Kenaikan ini mencerminkan stabilitas perusahaan mereka, HCL Group di sektor teknologi dan OP Jindal Group di industri baja, energi, dan infrastruktur, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika pasar domestik dan global.
Dilip Shanghvi dan Lakshmi Mittal mencatat pertumbuhan yang lebih jelas, +0,48% dan +1,02%.
Ini menegaskan posisi mereka di sektor masing-masing, farmasi global dan baja dunia, yang terus memberikan kontribusi signifikan terhadap kekayaan bersih pribadi.
Kumar Birla naik sedikit (+0,26%), menunjukkan strategi diversifikasi dan modernisasi grupnya berjalan stabil.
Sementara Cyrus Poonawalla justru sedikit turun (-0,19%), sebagian karena sensitivitas sektor kesehatan terhadap kebijakan global dan fluktuasi permintaan vaksin.
Radhakishan Damani mengalami penurunan terbesar (-2,33%), yang mencerminkan tekanan di sektor ritel akibat perubahan konsumsi, biaya operasional, dan persaingan pasar.
Terakhir, Uday Kotak hanya turun tipis (-0,01%), menegaskan stabilitas perusahaannya di sektor keuangan, meskipun terjadi fluktuasi kecil pada portofolio investasi dan perbankan. (*/pri)



