Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, mengatakan tambahan anggaran tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan operasional penanggulangan karhutla hingga akhir 2026.
“Di BTT digunakan 27 miliar untuk karhutla. Kemudian ditambah lagi ada bantuan dari pemerintah pusat sebesar 40 miliar menjadi 67 miliar,” katanya, kemarin.
Junaidi menjelaskan pemerintah provinsi kembali menambahkan dukungan melalui APBD. “Kita tambah lagi dari APBD provinsi 40 miliar, berarti menjadi 107 miliar totalnya,” ujarnya.
Ia berharap total anggaran tersebut dapat menutup kebutuhan operasional petugas di lapangan, terutama apabila kondisi karhutla masih berlangsung hingga akhir tahun.
“Harapan kita dari 107 miliar ini mudah-mudahan bisa mengcover atau bisa mengatasi, bisa menutup kekurangan operasional penanggulangan karhutla di Kalteng sampai akhir tahun,” katanya.
Pemerintah Kalteng sebelumnya juga telah memperkuat sarana penanganan karhutla melalui dukungan Belanja Tidak Terduga (BTT), termasuk pengadaan mesin pemadam, selang, kendaraan pembawa air, drone thermal, dan APD.
Ia berharap dukungan anggaran tersebut cukup untuk menghadapi sisa musim kemarau sehingga penanganan tidak berlanjut menjadi bencana lintas tahun.
“Makanya kita sama-sama berdoa jangan sampai lintas tahun. Kalau sampai lintas tahun, tentu akan berat karena membutuhkan banyak anggaran,” tutup Junaidi. (*/Fay)


