Palangka Raya, Kantamedia.com – Upaya menurunkan angka stunting di Kota Palangka Raya terus menjadi fokus utama. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah ini masih tercatat di atas 20 persen, melampaui ambang batas target nasional yang menetapkan angka di bawah 20 persen.
Pemerintah Kota Palangka Raya pun intens menggalakkan program penanganan gizi buruk secara terpadu lintas sektor. Program tersebut tidak hanya menyasar intervensi gizi spesifik, tetapi juga mengedepankan peran masyarakat dalam penerapan pola hidup sehat.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa, mengapresiasi langkah konkret pemerintah. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengentasan stunting sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
“Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola makan seimbang sangat penting untuk menurunkan angka stunting,” ujarnya, Sabtu (8/5/2025).
Debora menyoroti pentingnya pola makan bergizi seimbang dengan prinsip empat sehat lima sempurna sebagai fondasi pencegahan kekurangan gizi pada anak.
Ia juga mengingatkan pentingnya memantau tumbuh kembang anak secara rutin di fasilitas kesehatan. “Konsultasi kesehatan secara berkala dapat membantu deteksi dini masalah gizi dan pertumbuhan,” tambahnya.
DPRD berharap semua pihak, termasuk keluarga, lembaga pendidikan, dan sektor swasta, dapat bersinergi dalam mewujudkan generasi Palangka Raya yang sehat dan bebas stunting.
(Mhu).



