Palangka Raya, kantamedia.com – Anggota DPRD Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, memberikan apresiasi terkait penertiban PKL yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya, terutama PKL yang melanggar jalur hijau dan berjualan di atas jalur drainase.
Menurutnya, Pemerintah Kota Palangka Raya saat ini tengah gencar melakukan pembersihan, pelebaran maupun perbaikan drainase, dimana daya tampung air sudah tidak mampu lagi, agar menghindari banjir.
“Saya berharap masyarakat Kota Palangka Raya juga menjaga apa yang sudah dibangun oleh pemerintah Kota Palangka Raya bisa dijaga bersama,” ujarnya, Jumat (27/6/2025).
Kemal mengaku pihaknya berharap agar para PKL yang berjualan di atas jalur drainase juga harus mempunya kesadaran sendiri. “Kalau bisa, jangan menunggu sampai ditindak. Ya, harus mempunyai kesadaran sendiri untuk tidak berjualan di atas drainase. Jadi jangan sampai ditindak baru sadar, karena lokasi berjualan diatas drainase itu tidak layak baik dari sisi kesehatan dan keselamatan,” sebut dia.
Meski mendukung penertiban yang dilakukan pemerintah kota, politikus Partai Golkar juga meminta agar penertiban dan penataan PKL harus dilakukan dengan pendekatan yang manusiawi dan dialogis. Karena, sebut Kemal, proses pembinaan yang dilakukan juga tetap harus memerhatikan kondisi sosial dan ekonomi para PKL.
“Harapannya ada kesadaran bersama. Pemerintah bisa terus membenahi, dan masyarakat, termasuk PKL ikut menyesuaikan diri tanpa harus menunggu ditegur,” ucapnya.
Menurut Kemal, salah satu penyebab banjir di Palangka Raya adalah kapasitas drainase yang tidak memadai, ditambah karakteristik tanah gambut yang menyulitkan air untuk meresap dengan cepat.
Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam menjaga saluran air menjadi sangat penting. “Jangan semua diserahkan ke pemerintah. Warga juga harus ikut menjaga lingkungan, membersihkan selokan, agar saluran yang sudah diperbaiki tetap berfungsi,” katanya. (daw)



