Kantamedia.com – Berusaha untuk tidak lagi menghubungi mantan terkadang memang sulit dilakukan. Selalu saja ada perasaan untuk menelepon, mengiriminya pesan atau sekedar menyapa via media sosial. Padahal mantan sudah menjadi sosok yang ‘terlarang’ untuk dihubungi, demi kesehatan hati dan emosional kita.
Dengan berbagai kenangan yang ada, memang seringkali sulit menahan diri agar tidak nekat mengirim pesan ‘berbahaya’. Meskipun hanya bertanya kabar.
“Bahaya” itu akan semakin besar terutama ketika kamu kini telah menjalin hubungan dengan pasangan yang lain. Maka, bukan hanya akan menyakiti diri sendiri, hal itu berpotensi merusak hubungan yang saat ini tengah kamu jalin.
Meski mungkin kamu berpikir bahwa menghubungi mantan tanpa perasaan apa-apa lagi dan tujuan baik untuk tetap menjaga silaturahmi, namun hal itu tetap akan memberikan dampak buruk, baik langsung atau tidak langsung bagi dirimu sendiri bahkan orang lain.
Nah, jika kamu masih tergoda untuk mengirim pesan teks “Apa kabar?” yang bisa saja akan berlanjut dengan perbincangan panjang. Simak beberapa tips untuk membantu mencegahnya.
1. Block dan hapus nomor telepon serta akun medsos
Salah satu tips paling krusial saat mencoba untuk tak menghubungi seseorang adalah menghentikan semua cara komunikasi. Block orang itu dan hapus semua informasi kontaknya baik nomor pribadi, media sosial maupun akun lain yang kita ketahui.
Jangan pernah mencoba meski hanya iseng, untuk membuka block atau sekadar mencari tahu yang dalam istilah kekinian disebut stalking.
Jika kamu mengirim teks dengan sederhana, “Hai, apa kabar”, “Kamu baik-baik saja?”, atau menelusuri media sosial, meneliti setiap gambar atau komentar, itu mungkin merupakan tanda bahwa kamu belum melupakan mantan.
Dan sayangnya, menghubungi dan menguntit media sosial pasangan masa lalu adalah perbuatan tidak sehat.
Pakar hubungan Leanna Stockard, mengatakan bahwa mengikuti aturan “tidak ada kontak” juga memungkinkan mencegah kamu tergelincir kembali ke dalam hubungan itu sendiri, yang menciptakan kebingungan dan dapat memperpanjang rasa sakitmu, bahkan ikut menyakiti pasanganmu saat ini, jika telah memiliki.
2. Abaikan dan jangan pernah merespon
Jika mantan yang ternyata pertama mencoba menghubungi Anda kembali, tegaslah dengan diri Anda sendiri untuk tidak meresponnya. Karena sekali Anda merespon, maka komunikasi itu sangat berpotensi akan berlanjut, walaupun alasannya hanya sekadar ngobrol.
Selama tidak berhubungan, mantan tidak tahu apa yang kamu lakukan atau apa yang kamu pikirkan. Untuk semua yang dia tahu, kamu benar-benar melupakannya dan tidak memikirkannya lagi.
Konsisten untuk tidak merespon ini juga menegaskan bahwa kamu tidak lagi ingin ada hubungan dengan mantan.
3. Bangun kebiasaan sehat
Salah satu alasan mengapa kita sulit untuk tidak lagi menghubungi seseorang adalah karena merasa berbicara dengannya merupakan kebiasaan. Entah itu karena hubungan sempat berjalan lama maupun alasan lain.
Nah, hapuskan kebiasaan itu dengan hal yang lebih menyehatkan. Menghapus kebiasaan buruk kita dapat membantu kita melupakan orang seseorang.
Menjauhkan diri dari seseorang yang pernah menjalin hubungan dengan kita itu sulit, dan menolak mengirim pesan kepadanya bisa sangat menantang. Namun, keinginan untuk mengirim pesan kepada orang itu akan hilang pada akhirnya. Meskipun mungkin sulit saat ini, segalanya akan menjadi lebih baik.
4. Pikirkan bahwa Anda akan menyakiti lebih banyak orang
Untuk mampu jujur terkadang memang perlu keberanian. Cobalah untuk berani jujur kepada pasanganmu saat ini ketika kamu memiliki keinginan untuk menghubungi atau dihubungi mantan. Biarkan pasanganmu mengetahuinya.
Tidak sedikit orang yang lebih memilih diam dan menyembunyikan dari pasangannya ketika dia menghubungi dan atau dihubungi lagi oleh mantan. Alasannya pun beragam, tapi yang sering jadi alasan adalah takut bertengkar atau takut putus.
Kamu perlu tahu, dalam suatu hubungan apapun, komunikasi adalah hal yang paling fundamental. Semakin kamu menyembunyikan, maka semakin besar pula kecurigaan dan kebencian pada situasi tersebut.
Sikap terbuka dan jujur ini akan mampu mencegah kamu semakin terporosok ke dalam keinginan “berbahaya”. Sehingga akhirnya akan bisa menimbulkan kesalahpahaman pasangan kamu saat ini. Komunikasi dengan bahasa yang baik juga akan meminimalisir terjadinya pertengkaran.
Selain akan bisa menyakiti pasangan kamu sendiri, kamu juga harus memikirkan bahwa menjalin hubungan komunikasi lagi dengan mantan juga bisa penyebab rusaknya hubungan mantan dengan pasangannya yang baru. Artinya, akibat keinginan berhubungan tersebut bisa berdampak banyaknya pihak yang tersakiti.
Dengan menyadari hal tersebut, setidaknya bisa membuat kamu membuang jauh keinginan menjalin komunikasi atau hubungan lagi dengan mantan.
5. Ingat Kejadian yang Menyakitkan
Ingat kembali kejadian menyakitkan ketika kamu berhubungan dengannya. Ini akan membuat kamu berpikir beberapa kali untuk menghubungi mantan.
Ingatkan diri sendiri juga bahwa bila kamu menghubunginya, maka Anda akan semakin galau.
Sebaiknya tidak menjalin hubungan dengan mantan. Apapun alasannya. Meski masing-masing sudah punya pasangan. Biasanya, salah satu atau keduanya, masih menyimpan rasa atau akan berusaha mencoba kembali merayu agar kembali seperti masa lalu. Hal ini biasanya memicu perselingkuhan.
6. Jangan sia-siakan usaha yang sudah kamu lakukan
Beberapa waktu kalian tidak berkomunikasi, faktanya kamu baik-baik saja
Kamu dan dia mungkin bukan baru stop berkomunikasi hari ini. Nah, lihat itu. Lihat bahwa selama beberapa waktu kamu sudah berhasil melakukannya. Kenapa harus menyia-nyiakan usahamu sekarang?
Jalan kalian sudah berbeda, jangan selalu menoleh ke belakang. Jangan sampai peluang baik yang ada di depan malah terlewat. Fokuslah ke depan, itu cara termudah untuk mendistraksimu dari perasaan kehilangan.
7. Belajar untuk melihatnya dari sisi pasangan
Ketika kamu menghubungi mantan atau membahas tentang mantan, yakinlah bahwa itu hal akan menyebalkan bagi pasangan. Ketika pasangan mengutarakannya, maka coba tanyakan kembali pada dirimu sendiri seandainya berada pada posisi pasanganmu.
“Coba kamu tahu rasanya jadi aku, apa kamu nyaman kalau aku terus-terusan menghubungi atau ngomongin mantanku?”
Saat kamu mampu merasakan ketidaknyamanan itu, maka setidaknya akan bisa mencegah keinginan untuk menjalin komunikasi lagi dengan mantan. (*)



