4. Selalu Membicarakan Pencapaian Pribadi
Orang yang suka pamer cenderung selalu membicarakan pencapaian pribadi mereka, baik itu dalam pekerjaan, pendidikan, atau kehidupan sosial. Mereka ingin orang lain tahu bahwa mereka sukses dan berprestasi. Namun, sering kali pencapaian yang mereka bicarakan dibesar-besarkan atau hanya sebagian dari kenyataan.
Misalnya, mereka mungkin menceritakan tentang promosi di tempat kerja tanpa menyebutkan bahwa gaji mereka masih pas-pasan atau beban kerja yang meningkat. Ini menunjukkan bahwa mereka berusaha menutupi ketidakpuasan dan keadaan ekonomi yang sebenarnya.
5. Memamerkan Gaya Hidup di Luar Kemampuan
Memamerkan gaya hidup yang sebenarnya di luar kemampuan finansial adalah tanda jelas bahwa seseorang hidupnya pas-pasan. Mereka mungkin sering terlihat makan di restoran mewah, mengendarai mobil mahal, atau mengenakan pakaian bermerk. Namun, semua itu mungkin didanai dengan cara berhutang atau mengorbankan kebutuhan lain.
Mereka merasa perlu menunjukkan bahwa mereka mampu hidup mewah padahal sebenarnya mereka harus mengatur keuangan dengan ketat untuk bisa mempertahankan gaya hidup tersebut.
6. Selalu Ingin Tampil Lebih dari Orang Lain
Orang yang suka pamer sering kali merasa perlu untuk selalu tampil lebih dari orang lain. Mereka merasa tidak cukup jika hanya setara dengan orang lain; mereka harus lebih baik, lebih sukses, dan lebih mewah.
Ini sering kali terlihat dalam cara mereka berbicara tentang kehidupan mereka atau dalam pilihan mereka untuk memamerkan sesuatu yang lebih dari apa yang orang lain miliki. Namun, di balik itu semua, mereka mungkin saja merasa rendah diri dan tidak percaya diri dengan keadaan mereka yang sebenarnya pas-pasan.
7. Menghindari Pembicaraan tentang Keuangan
Satu lagi tanda bahwa seseorang suka pamer tapi hidupnya pas-pasan adalah mereka cenderung menghindari pembicaraan tentang keuangan. Mereka mungkin tidak suka membicarakan gaji, pengeluaran, atau tabungan mereka karena hal itu bisa mengungkapkan keadaan finansial mereka yang sebenarnya. Mereka lebih suka fokus pada hal-hal yang bisa mereka pamerkan dan hindari topik yang bisa membuat mereka terlihat kurang sukses. Ini adalah mekanisme pertahanan untuk menutupi rasa rendah diri dan ketidakamanan mereka terhadap kondisi ekonomi yang sebenarnya.
Kesimpulannya, orang yang suka pamer berlebihan sering kali berusaha menutupi rasa rendah diri dan keadaan ekonominya yang sulit dengan menunjukkan gaya hidup yang mewah dan pencapaian yang mengesankan. Namun, di balik semua itu, mereka mungkin merasa tidak bahagia dan tidak puas dengan kehidupan mereka yang sebenarnya pas-pasan.
Penting bagi kita untuk memahami bahwa apa yang terlihat di permukaan belum tentu mencerminkan kenyataan yang sebenarnya, dan tidak ada salahnya untuk hidup sesuai dengan kemampuan dan menghargai apa yang kita miliki tanpa perlu mencari pengakuan dari orang lain. (*)



