Kantamedia.com – Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah korban KM Virgo Transport 8 di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (4/10/2026). Dengan temuan tersebut, jumlah korban yang berhasil ditemukan sejak operasi pencarian dimulai mencapai 26 orang di perairan dan pesisir Kalimantan Tengah.
Sebagian korban ditemukan dalam kondisi mengapung di permukaan air, sedangkan yang lain terdampar di garis pantai. Lokasi penemuan jenazah pun terus bergeser hingga mendekati perbatasan Kalimantan Barat.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan, jenazah-jenazah itu terseret arus dan gelombang sebelum akhirnya tersangkut di tepi pantai.
“Karena memang posisinya (jenazah korban) sudah terbawa ombak atau arus. Hingga akhirnya, terdampar di tepi-tepi pantai,” ujarnya.
Meski sebagian korban ditemukan dekat wilayah Kalbar, seluruh jenazah tetap dibawa ke Kantor SAR Palangkaraya agar proses evakuasi berjalan lebih cepat.
Selain jenazah, Tim SAR juga menemukan life raft atau perahu karet milik KM Virgo Transport 8 di perbatasan Kalteng dan Kalbar. Sebaran temuan yang kian luas itu menjadi alasan utama Basarnas memperluas area penyisiran, baik di permukaan air maupun di sepanjang pesisir.
Seiring dihentikannya operasi penyelaman pada bangkai kapal, fokus pencarian kini dialihkan ke Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Meski begitu, pusat komando operasi tetap berada di Banjarmasin.
“Dalam pengerahan kekuatan tidak mungkin kita mengerahkan dari sini menuju ke sana. Sehingga kita melibatkan kantor SAR yang ada di wilayah-wilayah tersebut,” kata Syafii menjelaskan.
Syafii menegaskan, operasi SAR tetap berjalan di permukaan dan kawasan pesisir. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan proses salvage untuk mengangkat badan kapal sekaligus mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalamnya.
“Operasi SAR tetap dilaksanakan secara simultan selama proses salvage berlangsung. Fokus operasi dialihkan dan dioptimalkan melalui pencarian permukaan dan pesisir pantai,” katanya.
Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga upaya pencarian korban hilang tetap berjalan sekaligus menghindarkan para penyelam dari risiko bahaya. Tim di lapangan juga terus mengevaluasi kemungkinan jalur hanyut para korban secara berkala.
Berdasarkan data akumulasi hingga Minggu, 4 Oktober 2026, sebanyak 190 dari 243 penumpang KM Virgo Transport 8 telah dievakuasi. Rinciannya, 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia, sedangkan 53 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang. (*/pri)


