Beda Reseller dan Dropship, Lebih Menguntungkan yang Mana?

5. Pemasaran

Dalam melakukan pemasaran, seorang reseller bisa menawarkan produknya secara langsung kepada calon pembeli tanpa perlu khawatir dengan ketersediaan produk. Sebab, mereka tahun berapa jumlah stok barang yang dimiliki.

Sedangkan, seorang dropshipper harus berkoordinasi dengan supplier terlebih dahulu sebelum melakukan pemasaran. Pasalnya, mereka tidak tahu secara pasti berapa stok barang yang sedang tersedia saat itu juga.

Karena itu, dropshipper lebih disarankan untuk mempromosikan produknya melalui media sosial atau e-commerce populer dan menggunakan sistem pre-order (PO) jika diperlukan.

Sebagai informasi, pre-order sendiri merupakan sistem penjualan yang memungkinkan pembeli untuk memesan serta membayar produk yang ingin dibelinya sebelum tersedia secara umum.

Keuntungan dan Kekurangan Reseller maupun Dropshipper

Secara spesifiknya, berikut adalah kelebihan dan kekurangan pada masing-masing bisnis reseller maupun dropshipper :

Bisnis Online 2

A. Kelebihan Reseller

  • Mengetahui stok barang yang disimpan dan bisa dijual.
  • Bisa menjelaskan kondisi barang lebih detail kepada calon pelanggan.
  • Bisa menerima pelanggan secara online maupun offline.
  • Lebih mungkin untuk menekan harga jual kembali kepada calon pelanggan. Hal ini berpotensi untuk menarik lebih banyak calon pelanggan.
  • Memungkinkan margin laba yang lebih besar. Pasalnya, pihak distributor umumnya memberikan diskon khusus yang lebih besar kepada reseller.

B. Kekurangan Reseller

  • Memerlukan modal yang lebih banyak.
  • Perlu melakukan pengemasan dan pengiriman barang kepada pelanggan.
  • Membutuhkan tempat untuk menyimpan produk.

C. Kelebihan Dropshipper

  • Memerlukan modal yang sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.
  • Tidak perlu melakukan pengemasan serta pengiriman barang sendiri, karena hal tersebut akan dilakukan oleh distributor.
  • Bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun, karena komunikasi dengan konsumen dilakukan secara online.
  • Lebih mudah untuk dilakukan sebagai pekerjaan sampingan bagi para karyawan.
  • Tidak membutuhkan tempat penyimpanan barang.
  • Risiko kerugian cenderung minim karena tidak perlu menyimpan barang.

D. Kekurangan Dropshipper

  • Cenderung tidak mengetahui jumlah stok dan kondisi produk yang akan dijual secara detail. Sebab, produknya hanya dipegang oleh distributor.
  • Margin laba yang didapatkan tidak terlalu besar. Sebab, diskon untuk dropshipper biasanya lebih kecil dibandingkan dengan reseller.
  • Berpotensi kalah saing dengan reseller yang bisa menawarkan harga jual lebih murah.
  • Kesulitan dalam menghadapi komplain dari pelanggan karena dropshipper umumnya tidak memahami kondisi barang yang dikirim secara persis.
Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *