Defisit APBN 2025 Terkendali di Tengah Tekanan Global

Palangka Raya, Kantamedia.com – Pemerintah memastikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 tetap terkendali meski menghadapi tekanan ekonomi global. Hingga 31 Desember 2025, defisit APBN tercatat sebesar Rp695 triliun atau setara 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPB) Kalimantan Tengah, Herry Hernawan, dalam pemaparan kinerja APBN di Palangka Raya, Selasa (27/1/2026).

Menurut Herry, realisasi pendapatan negara sepanjang 2025 mencapai Rp2.756,3 triliun atau 91,5 persen dari outlook, sementara belanja negara terealisasi Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen. Capaian ini menunjukkan APBN tetap berfungsi sebagai instrumen stabilisasi ekonomi dan perlindungan sosial.

“APBN tetap dijaga agar responsif terhadap dinamika global, sekaligus mampu menopang daya beli masyarakat dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebijakan fiskal sepanjang 2025 diarahkan secara adaptif untuk memastikan program prioritas nasional tetap berjalan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian anggaran.

Pengendalian defisit menjadi bagian dari strategi menjaga kredibilitas fiskal nasional, sekaligus membuka ruang stimulus ekonomi yang terukur dan berkelanjutan. Ke depan, pemerintah berharap APBN terus berperan sebagai fondasi utama pembangunan nasional serta memperkuat ketahanan ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045. (daw).

Bagikan berita ini