Daging Beku Masuk Pasar, Yuas Sebut Persaingan Pasar Hal Wajar

Palangka Raya, Kantamedia.com – Masuknya produk daging beku di pasar tradisional Kalimantan Tengah berdampak pada penurunan penjualan pedagang daging segar. Sejumlah pedagang mengeluhkan omzet turun hingga 50 persen dalam beberapa waktu terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menyebut fenomena ini sebagai dinamika pasar yang wajar. “Daging beku itu sudah ada mekanismenya, prosesnya juga sehat. Ini masih tahap uji coba,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Menurut Yuas, distribusi daging beku dilakukan melalui jalur resmi pemerintah dan distributor yang memenuhi standar keamanan pangan. Produk tersebut hadir sebagai alternatif bagi masyarakat. Ia menilai, kehadiran produk baru memunculkan persaingan harga dan kualitas, hal yang tidak bisa dihindari dalam sistem pasar terbuka.

“Kalau ada pendatang baru, pasti ada persaingan. Dalam dunia bisnis, itu biasa,” tambahnya.

Ia mendorong pedagang daging segar untuk meningkatkan kualitas produk, kebersihan, dan pelayanan agar tetap mampu bersaing di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat. Pemerintah juga masih memantau respons masyarakat terhadap keberadaan daging beku dan akan melakukan evaluasi agar tidak merugikan pelaku usaha kecil.

Pemprov Kalteng menegaskan tidak bermaksud mematikan pedagang lokal melalui kebijakan ini. Justru, keberadaan produk alternatif diharapkan memperkuat ketahanan pangan. “Yang penting, masyarakat tetap mendapat pilihan dengan harga dan kualitas yang baik,” kata Yuas.

Ke depan, pemerintah akan membuka ruang dialog dengan pedagang untuk mencari solusi bersama agar iklim usaha tetap sehat dan berkeadilan. (daw).

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *