Buntok, kantamedia.com – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menunjukkan kepedulian nyata terhadap warganya yang membutuhkan. Kali ini, uluran tangan diberikan kepada Sias (61), seorang lanjut usia asal Desa Tampulang, Kecamatan Jenamas, yang harus berjuang melawan penyakit stroke dan kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jaraga Sasameh Buntok.
Kepala Dinas Sosial Barito Selatan, Syahdani, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk menyalurkan bantuan logistik secara langsung kepada pasien. Bantuan tersebut meliputi paket bahan kebutuhan pokok serta pakaian layak pakai guna mencukupi keperluan sehari-hari selama masa pemulihan di rumah sakit.
“Langkah penyerahan bantuan ini merupakan wujud nyata program kepedulian Pemerintah Kabupaten Barito Selatan bagi warga yang memang memenuhi kriteria penerima manfaat,” ujar Syahdani seusai menjenguk Sias di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Kamis (5/11/2026).
Selain bantuan material, Syahdani memastikan seluruh pembiayaan medis Sias ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah melalui skema kepesertaan BPJS Kesehatan. Dalam kesempatan kunjungan tersebut, ia juga memantau langsung perkembangan kesehatan pasien yang dinilai menunjukkan progres positif. Berdasarkan pengamatannya di bangsal perawatan, kesadaran pasien terpantau baik dan masih mampu berkomunikasi secara lancar dengan para penjenguk.
“Tadi kami sempat berinteraksi langsung. Kondisi beliau terpantau cukup baik, bahkan komunikasi masih dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Jenamas, Zulkarnain Masdipura, mengungkapkan bahwa Sias telah berjuang menghadapi penyakit stroke selama kurang lebih empat bulan terakhir. Kunjungan gabungan yang melibatkan pihak kecamatan bersama Dinas Sosial ini bertujuan untuk memantau perkembangan kesehatan sekaligus mendengarkan secara langsung aspirasi keluarga pendamping.
Menurut Zulkarnain, sebelum dirawat di rumah sakit, Sias sempat mengutarakan niatnya untuk mendapatkan penanganan medis profesional. Kendati demikian, pasien sempat berharap durasi perawatannya tidak memakan waktu terlalu lama dengan mempertimbangkan kondisi fisik serta kesiapan keluarga yang mendampingi di RSUD.
“Setelah pasien dievakuasi dan mendapatkan penanganan di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, tim dokter telah memberikan panduan medis yang jelas. Selanjutnya, kami tentu akan mengikuti seluruh arahan dan protokol dari tenaga kesehatan sebelum beliau diizinkan kembali ke kampung halaman,” jelas Zulkarnain.
Tidak berhenti pada penanganan medis sang kepala keluarga, pemerintah daerah setempat juga menaruh perhatian khusus terhadap masa depan pendidikan anak Sias. Remaja berusia 16 tahun bernama Badali, yang selama ini setia mendampingi ayahnya di rumah sakit, dipastikan mendapat jaminan penuh untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang sekolah menengah atas.
Zulkarnain menegaskan, kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung dari pimpinan tertinggi daerah agar hak belajar anak tersebut tidak terabaikan akibat kendala ekonomi. “Bupati Barito Selatan telah memberikan atensi khusus. Badali dipastikan bisa melanjutkan sekolah hingga tuntas tingkat SMA dengan seluruh pembiayaan ditanggung penuh oleh pemerintah daerah,” pungkasnya. (pri)






