Internet Desa di Kalteng Diperkuat, Sekolah dan Pustu Jadi Prioritas

Palangka Raya, Kantamedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengklaim program penghapusan blank spot di wilayah desa telah rampung pada 2024. Saat ini, fokus kebijakan diarahkan pada penguatan jaringan internet di berbagai fasilitas publik desa.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, mengatakan seluruh kantor desa di Kalimantan Tengah telah terhubung dengan jaringan internet sebagai tahap awal pemerataan akses digital.

“Ketika bicara blank spot itu, pendekatannya ke fasilitas pemerintah desa terlebih dahulu. Artinya kantor desa itu sudah online semua,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Menurut Rangga, cakupan layanan internet tidak berhenti di kantor desa. Pemerintah daerah kini menargetkan perluasan jaringan ke fasilitas publik lain yang digunakan masyarakat secara luas.

Pada 2026, penguatan jaringan internet akan difokuskan pada sekolah, puskesmas pembantu (pustu), hingga berbagai titik layanan publik lainnya, khususnya di wilayah pedalaman.

Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah wilayah yang menjadi tantangan dalam penyediaan akses jaringan. Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Arut Utara di Kotawaringin Barat, Kecamatan  Antang Kalang dan Parenggean di Kotawaringin Timur, serta sebagian wilayah Murung Raya.

“Total ada sekitar 2.080 titik yang diajukan. Tapi tetap kita verifikasi agar bantuan tepat sasaran,” jelasnya.

Melalui langkah ini, pemerintah daerah berharap pemerataan akses digital dapat memperkuat pelayanan publik sekaligus mendukung pembangunan di desa-desa di Kalimantan Tengah. (Daw).

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *