Rilis PBB, Inilah Daftar Perusahaan Pendukung Israel Dibalik Genosida Warga Gaza

b. Elbit Systems dan IAI

Kedua perusahaan asal Israel ini memasok drone, hexacopter, dan quadcopter dalam invasi ke Gaza. Dalam dua dekade terakhir, perusahaan ini berkolaborasi dengan berbagai lembaga seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT).

c. FANUC Corporation

Perusahaan asal Jepang, FANUC, memasok mesin robotik untuk lini produksi senjata, termasuk untuk IAI, Elbit Systems, dan Lockheed Martin.

d. AP Moller

pengawasan biometrik, jaringan pos pemeriksaan berteknologi tinggi, “tembok pintar” dan pengawasan pesawat nirawak, hingga komputasi awan, kecerdasan buatan, dan analisis data yang mendukung personel militer di lapangan.

2. Teknologi

Dalam laporan tersebut menyampaikan bagaimana penindasan di Palestina semakin terjadi langsung dengan didukung oleh perusahaan-perusahaan teknologi. Perusahaan-perusahaan teknologi ini menyediakan infrastrukturnya melalui integrasi pengumpulan data massal serta pengawasan. Hal ini sekaligus membuat mereka mengambil keuntungan dari tempat pengujian unik dari teknologi militer yang ditawarkan di wilayah Palestina.

Ini didorong oleh raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) yang mengembangkan anak perusahaan serta pusat-pusat penelitian dan pengembangan di Israel. Klaim Israel tentang kebutuhan keamanan telah memicu perkembangan tak tertandingi dalam layanan penjara dan pengawasannya, dari jaringan CCTV, pengawasan biometrik, jaringan pos pemeriksaan berteknologi tinggi, ‘tembok pintar’ dan pengawasan drone, komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), dan analisis data yang mendukung personel militer di lapangan.

a. NSO Group

NSO Group, salah satu perusahaan teknologi Israel yang berkembang karena infrastruktur dan strategi militer. NSO Group didirikan oleh mantan anggota unit 8200. Perusahaan ini dirancang untuk mengawasi smartphone secara rahasia. Spyware Pegasus-nya telah digunakan terhadap aktivis Palestina dan dilisensikan secara global untuk menargetkan para pemimpin, jurnalis, dan pembela hak asasi manusia.

b. IBM

IBM telah beroperasi di Israel sejak 1972. Perusahaan ini difokuskan untuk melatih personel militer/intelijen di sektor teknologi dan bidang usaha rintisan.

Sejak 2019, IBM Israel telah mengoperasikan dan meningkatkan basis data pusat Otoritas Kependudukan, Imigrasi, dan Perbatasan (PIBA). Hal ini memungkinkan pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan data biometrik oleh pemerintah tentang warga Palestina, dan mendukung rezim perizinan diskriminatif Israel.

“Sebelum IBM, Hewlett Packard Enterprises (HPE) mengelola basis data ini dan anak perusahaannya di Israel masih menyediakan server selama masa transisi. HP telah lama mengaktifkan sistem apartheid Israel, memasok teknologi ke COGAT, layanan penjara, dan polisi. Sejak HP terpecah menjadi HPE dan HP Inc. pada 2015, struktur bisnis yang tidak transparan telah mengaburkan peran tujuh anak perusahaan mereka yang tersisa di Israel,” tulis laporan tersebut.

TAGGED:
Bagikan berita ini
Bsi
Premium Wordpress Themes