Pasokan Biosolar Minim, Transportasi Palangka Raya Terkendala

Palangka Raya, Kantamedia.com – Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menjadi sorotan pelaku usaha transportasi darat di Kalimantan Tengah, termasuk PO AirGan Tour & Travel. Pelaku Usaha transportasi mengaku kesulitan memperoleh biosolar secara rutin untuk mendukung operasional armada.

Budi, Admin PO AirGan Tour & Travel Kalteng, menyampaikan saat ini hanya terdapat satu SPBU di Palangka Raya yang menyediakan biosolar dengan jadwal pasokan tidak menentu. “Di Palangka cuma ada satu SPBU biosolar. Pasokannya tidak tiap hari, kadang cuma dua sampai tiga kali seminggu. Ini sangat menyulitkan kami,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).

Keterbatasan tersebut memaksa perusahaan menggunakan bahan bakar non-subsidi jenis Dexlite yang harganya lebih mahal dan berdampak langsung pada biaya operasional. “Kalau biosolar tidak ada, mau tidak mau pakai Dex. Harganya tinggi, jelas memberatkan perusahaan,” tambahnya.

Selain itu, antrean panjang di SPBU juga menjadi kendala. Banyak armada tidak memiliki waktu cukup untuk mengantre karena harus mengejar jadwal keberangkatan. “Bukan tidak bisa ngisi, tapi waktunya tidak ada. Kalau nunggu antre, jadwal bisa kacau,” jelasnya.

Budi berharap pemerintah kembali menyediakan SPBU khusus angkutan umum atau POM Organda seperti sebelumnya agar distribusi BBM lebih terjamin.  (daw).

Bagikan berita ini