Kantamedia.com – Aktor Arya Saloka resmi kembalinya ke layar kaca melalui proyek terbaru berjudul sinetron Terikat Janji. Setelah cukup lama vakum dari dunia akting televisi, ia siap menyapa penggemar dengan karakter yang berbeda dari peran-peran ikonik sebelumnya.
Arya Saloka mengungkapkan, keputusan menerima proyek sinetron Terikat Janji didasari kekuatan cerita yang dinilai memiliki daya tarik kuat. Menurutnya, alur yang berlapis dan penuh kejutan menjadi alasan utama dirinya kembali ke format striping.
“Ceritanya punya banyak lapisan dan setiap episodenya menarik,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menegaskan, keterlibatannya bukan tanpa pertimbangan. Sejak lama, Arya Saloka mengaku ingin kembali menghibur penonton televisi, namun menunggu proyek yang sesuai dengan ekspektasinya.
Dalam sinetron Terikat Janji, Arya Saloka memerankan karakter Sena, sosok pria dengan latar emosional kompleks. Sena digambarkan sebagai pribadi yang menyimpan luka mendalam, tetapi tetap memilih untuk mencintai. Menurut Arya, inti dari peran ini adalah tentang luka, keikhlasan, dan pembuktian makna dari sebuah janji.
“Karakter ini bukan sekadar sederhana, melainkan menyimpan kehilangan besar dan keikhlasan,” katanya.
Alur cerita berfokus pada dinamika kehidupan Davina, seorang putri konglomerat yang dikhianati hingga martabat keluarganya terancam. Dalam situasi terdesak, Davina melibatkan Sena untuk berpura-pura menjadi kekasih barunya. Konflik semakin memuncak saat terungkap adanya keterkaitan antara kematian karakter Ryan dengan masa lalu kelam ayah Davina, ditambah intrik licik dari sang ibu tiri.
Selain menghadirkan Arya Saloka sebagai pemeran utama, sinetron ini juga mempertemukan deretan bintang papan atas lainnya seperti Asha Assuncao, Fendy Chow, Yoriko Angeline, hingga aktris senior Kinaryosih.
Lakon penuh intrik dan romansa dalam sinetron Terikat Janji ini dijadwalkan tayang perdana pada Senin, 6 April 2026 mendatang. Tayangan ini diharapkan menjadi angin segar bagi industri hiburan televisi tanah air sekaligus mengobati kerinduan pemirsa terhadap akting memukau sang aktor. (*/pri)


