Kenali 9 Tanda Stres Berlebih yang Sering Diabaikan

Kantamedia.com – Stres merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan fisik dan emosional. Namun, ketika berlangsung terus-menerus, stres dapat berkembang menjadi stres berlebih atau stres kronis yang berdampak serius pada kesehatan.

Menurut American Psychological Association, stres kronis adalah respons tubuh terhadap situasi stres yang berkepanjangan. Berikut sembilan tanda stres berlebih yang perlu diwaspadai, mengutip Very Well Health dan sumber kesehatan lainnya:

  1. Pola tidur terganggu
    Stres berat dapat menyebabkan insomnia parah. Mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan tidur atau mengalami tekanan lingkungan tinggi lebih rentan mengalami gangguan tidur.
  2. Kecemasan dan mudah tersinggung
    Stres berlebih memperburuk kecemasan dan dapat menyebabkan iritabilitas. Kurang tidur akibat stres juga memperkuat gejala ini.
  3. Sakit kepala berulang
    Migrain dan sakit kepala tegang sering kali dipicu oleh stres. Individu yang rentan terhadap migrain bisa mengalami episode yang lebih intens saat stres meningkat.
  4. Masalah pencernaan
    Stres dapat mengganggu keseimbangan sistem pencernaan, memicu kondisi seperti sindrom iritasi usus besar, kram, mual, atau perubahan nafsu makan.
  5. Detak jantung meningkat
    Meski detak jantung sebenarnya normal, stres berat bisa menimbulkan sensasi jantung berdebar. Ini merupakan respons psikologis yang umum.
  6. Jerawat dan masalah kulit
    Perubahan hormon akibat stres dapat memicu jerawat. Masalah kulit ini bisa memperburuk stres dan menciptakan siklus yang sulit diputus.
  7. Sistem imun melemah
    Stres kronis dapat menurunkan daya tahan tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit ringan.
  8. Nyeri kronis
    Penelitian menunjukkan bahwa stres berlebih berkaitan dengan nyeri kronis, terutama pada individu dengan riwayat depresi atau PTSD.
  9. Penurunan gairah seksual
    Produksi hormon stres seperti kortisol dapat mengganggu keseimbangan hormon seks, sehingga menurunkan libido dan memengaruhi hubungan interpersonal.

Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas secara berkepanjangan, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis atau psikolog. Penanganan dini dapat mencegah dampak yang lebih serius terhadap kesehatan fisik dan mental. (Mhu).

Bagikan berita ini
Bsi
Premium Wordpress Themes