Menginjak Usia Lanjut, Perut Buncit Jadi Sinyal Risiko Penyakit Serius

Kantamedia.com – Perut buncit kerap dijumpai pada pria maupun wanita yang memasuki usia lanjut. Meski sering dianggap hal biasa dan tidak terlalu mengganggu penampilan, kondisi ini sebenarnya merupakan tanda penumpukan lemak viseral di antara organ dalam perut. Lemak viseral termasuk jenis lemak berbahaya karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.

Menurut penjelasan para ahli, ada sejumlah faktor yang menyebabkan perut buncit pada usia tua. Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh melambat sehingga kalori yang terbakar semakin sedikit. Kalori berlebih kemudian disimpan sebagai lemak, terutama di area perut.

Selain itu, massa otot menurun secara bertahap sejak usia 30-an. Padahal, otot berperan penting dalam membakar kalori dan menjaga bentuk tubuh. Penurunan massa otot menyebabkan peningkatan berat badan dan perut terlihat lebih menonjol.

Perubahan hormon juga turut memengaruhi. Pada wanita, menurunnya hormon estrogen saat menopause memindahkan penyimpanan lemak dari pinggul dan paha ke area perut. Sementara pada pria, penurunan hormon testosteron mempercepat penumpukan lemak viseral.

Gaya hidup sedentary atau kurang bergerak menjadi faktor pemicu lainnya. Minim aktivitas fisik memperlambat metabolisme dan meningkatkan risiko penumpukan lemak. Stres juga berperan besar karena memicu produksi hormon kortisol yang meningkatkan nafsu makan, sehingga kalori berlebih disimpan di perut.

Dengan memahami penyebabnya, masyarakat usia lanjut diimbau menjaga pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik teratur, serta pengelolaan stres. Langkah ini dinilai dapat membantu mencegah perut buncit sekaligus menurunkan risiko penyakit kronis di kemudian hari. (*Mhu).

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *