Kantamedia.com – Lemak visceral atau lemak yang tersimpan di dalam rongga perut menjadi masalah serius karena dikaitkan dengan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, resistensi insulin, dan gangguan jantung. Ahli gizi Raksha Shah menjelaskan, lemak visceral lebih berbahaya dibanding jenis lemak lain karena letaknya dekat dengan organ vital seperti hati, pankreas, dan usus.
Meski berisiko, lemak visceral cukup responsif terhadap perubahan gaya hidup. Ada sejumlah kebiasaan yang perlu dihindari agar penumpukan lemak ini tidak semakin parah.
- Minum soda manis
Soda manis kaya gula tambahan yang mudah diubah hati menjadi lemak. Konsumsi rutin minuman manis terbukti meningkatkan akumulasi lemak visceral. Pilihan sehat adalah air putih atau teh tanpa pemanis. - Tidak mengelola stres
Stres kronis meningkatkan hormon kortisol yang memicu penyimpanan lemak di perut. Praktik mindfulness, olahraga, atau aktivitas menyenangkan dapat membantu mengurangi stres dan risiko penumpukan lemak. - Merokok
Meski perokok sering tampak lebih kurus, penelitian menunjukkan mereka memiliki lebih banyak lemak visceral. Nikotin meningkatkan kadar kortisol yang mendorong redistribusi lemak ke area perut. - Kurang tidur
Tidur yang buruk mengacaukan hormon ghrelin dan leptin, meningkatkan rasa lapar dan konsumsi kalori berlebih. Kurang tidur juga menaikkan kadar kortisol. Disarankan tidur 7–9 jam berkualitas setiap malam dengan rutinitas tidur yang konsisten.
Selain menghindari kebiasaan buruk, ada strategi tambahan untuk menurunkan lemak visceral:
- Prioritaskan protein agar kenyang lebih lama dan menjaga massa otot.
- Perbanyak serat dari makanan seperti oat, kacang, dan buah untuk memperlambat pencernaan.
- Olahraga teratur dengan kombinasi kardio dan latihan kekuatan untuk meningkatkan metabolisme dan mengurangi lemak perut.
Dengan langkah-langkah ini, masyarakat dapat menjaga kesehatan metabolisme sekaligus menurunkan risiko penyakit yang berkaitan dengan lemak visceral. (*Mhu).



