Menurut Psikolog, Ini 10 Ciri Orang yang Hanya Pura-pura Kaya

Kantamedia.com – Di era media sosial, citra sering kali terasa lebih penting daripada realitas. Mobil mewah, liburan mahal, jam tangan bermerek, hingga gaya hidup glamor dipamerkan seolah menjadi ukuran keberhasilan hidup.

Namun menurut psikologi, tidak semua orang yang tampak “kaya” benar-benar memiliki kestabilan finansial. Sebagian justru sedang berjuang keras menutupi kondisi keuangan yang rapuh.

Menariknya, orang yang berpura-pura kaya jarang melakukannya secara terang-terangan. Mereka menunjukkan sinyal-sinyal halus—nyaris tak disadari—yang jika diperhatikan lebih dalam, mengungkapkan kecemasan, kebutuhan validasi, dan konflik batin tentang uang.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 10 ciri atau perilaku halus yang sering muncul dari orang yang pura-pura kaya, dilihat dari kacamata psikologi.

1. Terobsesi dengan Simbol Status, Bukan Fungsi

Menurut psikologi konsumsi, orang yang merasa tidak aman secara finansial cenderung membeli barang sebagai simbol identitas. Mereka lebih peduli pada merek, logo, atau pengakuan sosial dibandingkan manfaat sebenarnya.

Misalnya, memilih ponsel termahal meski fitur dasarnya jarang digunakan, atau membeli pakaian bermerek walau harus mencicil panjang. Bagi mereka, simbol status menjadi “topeng” untuk menenangkan rasa kurang berharga.

2. Sering Membicarakan Uang dan Kekayaan

Orang yang benar-benar mapan secara finansial biasanya tidak merasa perlu membicarakan uang terus-menerus. Sebaliknya, orang yang berpura-pura kaya sering menyelipkan cerita tentang gaji, bisnis, atau koneksi “orang dalam” di setiap percakapan.

Psikologi menyebut ini sebagai overcompensation—upaya berlebihan untuk menutupi rasa tidak aman dengan narasi yang dibangun sendiri.

3. Tidak Nyaman Saat Membahas Keuangan Nyata

Ironisnya, meski sering membanggakan diri, mereka cenderung menghindar ketika pembicaraan masuk ke detail konkret: tabungan, perencanaan keuangan, atau dana darurat.

Pertanyaan sederhana seperti “investasi apa yang paling aman?” bisa membuat mereka gelisah. Ini karena realitas keuangan mereka tidak sejalan dengan citra yang ditampilkan.

4. Gaya Hidup Lebih Tinggi dari Kemampuan

Salah satu tanda paling klasik adalah pengeluaran yang tidak seimbang dengan pemasukan. Menurut psikologi perilaku, dorongan untuk “tampil setara” dengan lingkungan sosial dapat mendorong seseorang hidup di luar kemampuannya.

Makan di restoran mahal, nongkrong di tempat eksklusif, atau mengikuti tren terbaru—semuanya dilakukan demi mempertahankan citra, bukan keberlanjutan finansial.

TAGGED:
Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

stop-hoax
Premium Wordpress Themes