Kata Psikolog, Ini 5 Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah

Kantamedia.com – Orang yang memiliki kecerdasan emosional rendah cenderung memiliki kebiasaan tertentu yang bisa terlihat. Kamu perlu kenali ciri-cirinya karena sulit untuk dideteksi. Menurut Psychology Today, kecerdasan emosional atau EQ itu sendiri mengacu pada kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengelola emosi sendiri serta orang lain.

Kecerdasan emosional (EQ/EI) adalah kemampuan mengenali, memahami, mengelola, dan menggunakan emosi diri sendiri serta orang lain secara efektif untuk memfasilitasi berpikir, membangun hubungan, dan beradaptasi. Ini mencakup kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. EQ penting untuk kesuksesan, manajemen stres, dan komunikasi.

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung bisa memecahkan masalah dan mengatur emosi diri. Namun bagaimana dengan orang yang memiliki kecerdasan emosional rendah?

Ciri-ciri orang dengan kecerdasan emosional rendah

Melansir Parade, psikolog Jaime Zuckerman dan Jenny Shields mengatakan kecerdasan emosional sulit dideteksi. Apalagi ketika perilaku tertentu luput dari perhatian.

Mereka pun membagikan ciri-ciri dan perilaku orang yang kecerdasan emosionalnya rendah. Dengan mengetahuinya, kamu bisa lebih mengenali orang di sekitarmu sekaligus jadi bahan introspeksi diri. Ini dia daftarnya:

1. Mudah stres

Zuckerman mengatakan, ketidakmampuan untuk menyadari keadaan emosi, bisa menyebabkan respons yang tidak proporsional dengan konteks situasi. Hal inilah yang menyebabkan stres.

Adapun Shields mengatakan, orang dengan kecerdasan emosional rendah cenderung melebih-lebihkan durasi dan intensitas keadaan emosi negatif.

“Misalnya, mereka mungkin mengalami kemunduran kecil di tempat kerja sebagai peristiwa yang mengakhiri karier, karena mereka kurang mampu menurunkan kepanikan dan kecemasan awal mereka,” tutur Shields.

2. Melempar candaan yang merugikan orang lain

Menurut Shields, membuat lelucon yang merugikan orang lain menunjukkan kurangnya empati kognitif, alias kemampuan untuk memahami perspektif orang lain.

Orang yang melakukan hal ini, gagal dalam memahami pengalaman internal orang lain secara akurat. Alhasil, candaan tersebut jadi diterima orang lain sebagai penghinaan ketimbang lelucon.

3. Menghindari percakapan emosional

Ciri-ciri lain orang dengan kecerdasan emosional rendah, yaitu mereka tidak memiliki suatu hubungan dengan koneksi emosional yang dalam. Hal ini karena mereka sulit mendefinisikan emosi mereka sendiri.

Orang yang tak dapat mengidentifikasi perasaannya sendiri, misalnya tak bisa membedakan antara kecewa dan malu, percakapannya akan terasa ambigu.

“Mereka mungkin menghindari membahas konflik dengan pasangan karena mereka kekurangan kosakata emosional untuk mengartikulasikan keadaan internal mereka sendiri,” ujar Shields.

4. Menyimpan dendam

Orang yang suka mendendam biasanya juga memiliki kecerdasan emosional yang rendah. Hal ini terjadi karena orang tersebut terpaku pada interpretasi negatif awal terhadap suatu peristiwa.

Tipe orang ini tidak mampu menilai kembali situasi dari perspektif berbeda. Ia mungkin tetap marah selama bertahun-tahun atas penghinaan di masa lalu karena terjebak secara kognitif. (*/pri)

TAGGED:
Bagikan berita ini