Kantamedia.com — Selama ini kulit pisang kerap dianggap sebagai sampah dapur, padahal menurut sejumlah ahli gizi, bagian luar buah tropis ini justru kaya manfaat. Mengandung serat tinggi, kalium, magnesium, antioksidan, dan triptofan—kulit pisang bisa menjadi pelengkap nutrisi harian yang terjangkau.
Ahli gizi Avery Zenker menyebutkan bahwa kandungan serat dalam kulit pisang bahkan lebih tinggi dibandingkan buahnya. Selain mendukung pencernaan, serat juga membantu menjaga kadar kolesterol dan gula darah tetap stabil. Tak hanya itu, 1 kulit pisang mengandung sekitar 1.025 mg kalium, hampir 40% dari kebutuhan harian.
“Kulit pisang kaya polifenol dan karotenoid, zat anti-inflamasi yang dapat menurunkan risiko penyakit kronis,” ungkap Anne VanBeber, pakar nutrisi dari Texas Christian University.
Tak hanya untuk dikonsumsi, kulit pisang juga bisa digunakan secara topikal. Sifat antimikrobanya terbukti bermanfaat bagi kulit, mulai dari meredakan gatal akibat gigitan serangga hingga membantu penyembuhan jerawat.
Bagi masyarakat yang ingin mengolahnya, para ahli merekomendasikan berbagai metode yang mudah diterapkan di rumah:
- Smoothie: Rebus kulit pisang dan campur dengan yogurt dan buah.
- Teh Pisang: Cocok diminum sebelum tidur karena kandungan magnesium dan triptofannya.
- Kue dan Muffin: Haluskan kulit rebus untuk nutrisi ekstra.
- Sup dan Kari: Tambahkan air rebusan kulit sebagai kaldu.
- Keripik Pisang: Panggang irisannya sebagai camilan sehat.
(Mhu).



