Untuk Bumil, Ketahui 9 Larangan Trimester Pertama Ini Beserta Dampaknya

7. Menggunakan produk pemutih kulit

Perubahan hormon selama hamil juga dapat menyebabkan kulit menjadi lebih gelap maupun munculya flek hitam pada wajah. Untuk mengatasi perubahan ini, tidak sedikit ibu hamil yang menggunakan produk pemutih kulit.

Padahal, penggunaan produk pemutih yang mengandung hydroquinone dapat berbahaya bagi ibu hamil. Sebab kandungan hydroquinone dapat dengan mudah diserap oleh tubuh dan membahayakan janin.

Perubahan warna kulit ini sebenarnya hanya bersifat sementara dan akan membaik dengan sendirinya setelah persalinan. Namun, jika perubahan warna kulit dirasa cukup mengganggu, Bumil bisa menggunakan produk dengan kandungan asam glikolat dan asam azalea dalam kadar rendah. Untuk lebih aman, Bumil bisa berkonsultasi dengan dokter jika sangat terganggu dengan keluhan ini.

8. Merokok

Merokok bukanlah hal yang menyehatkan dan termasuk larangan ibu hamil trimester pertama. Merokok pada orang dewasa sehat saja dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit paru-paru, jantung, stroke, hingga kanker, apalagi bila dilakukan oleh ibu hamil trimester pertama.

Bayi yang lahir dari ibu perokok, apa pun jenis rokoknya, lebih rentan mengalami cacat lahir. Ketika ibu hamil merokok, zat beracun dari rokok akan disalurkan melalui darah ke janin. Pada akhirnya, kadar oksigen di dalam pembuluh darah ibu dan janin akan mengalami penurunan, sehingga merusak otak dan paru-paru janin yang sedang berkembang.

Selain menjadi larangan ibu hamil trimester pertama, merokok ketika hamil juga dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), bayi terlahir prematur dengan berat rendah, hingga keguguran.

9. Mengonsumsi alkohol

Konsumsi alkohol pada orang dewasa sehat, meskipun tidak hamil, dapat membahayakan. Alkohol akan lebih berbahaya bila dikonsumsi saat hamil, terutama pada trimester pertama.

Mengonsumsi alkohol termasuk larangan ibu hamil trimester pertama karena alkohol dapat diserap oleh janin melalui plasenta. Padahal, pada trimester pertama, organ-organ janin, terutama hati, masih belum berkembang dengan sempurna untuk memproses alkohol.

Beberapa studi melaporkan bahwa mengonsumsi alkohol di trimester pertama kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran. Selain itu, minum alkohol juga bisa menyebabkan bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan yang rendah, hingga memiliki gangguan perkembangan otak.

Agar perkembangan janin optimal, sebaiknya Bumil melakukan kontrol rutin sesuai jadwal yang diberikan dokter. Bumil juga bisa mendapatkan saran dari dokter kandungan tentang larangan ibu hamil trimester pertama, maupun konsumsi vitamin kehamilan yang sesuai untuk mendukung tumbuh janin. (*/jnp)

TAGGED:
Bagikan berita ini