Waspada! 6 Penyakit Ini Mengintai saat Cuaca Panas Ekstrem

Kantamedia.com – Cuaca panas diperkirakan akan melanda kawasan Asia Tenggara lebih awal pada 2026. Kondisi ini diprediksi memberi dampak cukup besar bagi beberapa negara, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Suhu yang tinggi tidak hanya membuat tubuh terasa tidak nyaman, tetapi juga dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Jika paparan panas berlangsung lama tanpa diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, risiko penyakit akibat suhu ekstrem bisa meningkat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas di luar rumah pada waktu terpanas, yakni sekitar pukul 11.00 hingga 15.00. Jika harus melakukan aktivitas berat, waktu yang lebih aman adalah pada pagi hari sekitar pukul 04.00 hingga 07.00.

WHO juga menyarankan masyarakat untuk mencari tempat yang teduh ketika berada di luar ruangan. Hal ini penting karena suhu udara yang diumumkan biasanya diukur pada area teduh, sementara suhu di bawah paparan sinar matahari langsung dapat terasa sekitar 10 hingga 15 derajat celsius lebih tinggi.

Selain itu, apabila suhu di dalam rumah sulit dijaga tetap sejuk, masyarakat disarankan menghabiskan sekitar dua hingga tiga jam setiap hari di tempat yang memiliki pendingin udara seperti gedung ber-AC.

Untuk membantu menurunkan suhu tubuh, kulit dapat dibasahi menggunakan kain lembap, botol semprot, face mist, atau pakaian yang sedikit dibasahi. Cara ini dapat membantu tubuh tetap sejuk dan mencegah kulit menjadi terlalu kering.

Asupan cairan juga harus diperhatikan. WHO menyarankan masyarakat untuk minum air secara rutin sekitar satu gelas setiap jam dengan total konsumsi sekitar 2 hingga 3 liter per hari. Di sisi lain, minuman beralkohol serta minuman dengan kandungan kafein tinggi sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas, penting untuk menggunakan pelindung seperti sunscreen, topi bertepi lebar, serta kacamata hitam guna mengurangi paparan sinar matahari secara langsung.

Meskipun cuaca panas dapat memengaruhi siapa saja, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat suhu ekstrem. Kelompok tersebut antara lain lansia, penderita penyakit kronis, orang yang jarang beraktivitas di luar rumah, serta anak-anak berusia di bawah lima tahun.

Penyakit yang Mengintai saat Cuaca Panas Ekstrem

Paparan panas dalam waktu lama, terutama tanpa cairan yang cukup, dapat memicu berbagai penyakit. Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan Indonesia, berikut beberapa gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai saat cuaca panas ekstrem:

1. Migrain

Migrain atau sakit kepala sebelah dapat muncul ketika tubuh terpapar sinar matahari yang sangat terik. Paparan panas yang berlebihan dapat memicu ketegangan pada pembuluh darah di kepala sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Selain itu, migrain juga dapat dipicu oleh kualitas udara yang buruk. Saat cuaca panas, polusi udara cenderung meningkat sehingga dapat memperparah kondisi sakit kepala pada sebagian orang.

2. Panas dalam

Cuaca panas juga dapat membuat suhu tubuh meningkat secara berlebihan. Jika pola makan tidak dijaga dengan baik, kondisi ini dapat memicu panas dalam.

Oleh karena itu, ketika suhu udara sedang tinggi, sebaiknya mengurangi konsumsi makanan yang dapat memicu panas dalam seperti gorengan dan makanan yang terlalu pedas.

3. Infeksi saluran pernapasan

Infeksi saluran pernapasan sering muncul saat cuaca panas disertai kondisi udara yang kering dan berdebu. Risiko ini meningkat ketika seseorang melakukan aktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan perlindungan seperti masker.

Di beberapa wilayah Indonesia, cuaca panas juga sering berkaitan dengan meningkatnya risiko kebakaran hutan. Asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran tersebut dapat memicu gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

4. Sakit mata

Gangguan pada mata juga menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap muncul saat cuaca panas. Debu, kotoran, dan asap yang masuk ke mata ketika beraktivitas di luar ruangan dapat memicu iritasi.

Akibatnya, mata dapat mengalami berbagai keluhan seperti kemerahan, rasa gatal, hingga sensasi panas pada area mata.

5. Demam tinggi

Paparan panas yang berlebihan dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat secara drastis. Kondisi ini berpotensi menimbulkan demam tinggi.

Apabila tidak segera ditangani, demam tinggi akibat suhu ekstrem dapat menimbulkan dampak serius, bahkan berisiko merusak otak serta organ vital dalam tubuh.

6. Dehidrasi, heat stroke, dan iritasi kulit

Beberapa gangguan kesehatan lain yang sering muncul saat cuaca panas adalah dehidrasi, heat stroke, serta iritasi kulit.

Dehidrasi biasanya ditandai dengan kulit yang terasa kering serta perubahan warna urin menjadi keruh atau kuning pekat. Kondisi ini menunjukkan bahwa tubuh kekurangan cairan.

Sementara itu, heat stroke dapat terjadi ketika tubuh mengalami kelelahan akibat dehidrasi dan tidak mampu lagi mengatur suhu tubuh secara normal. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat memperburuk penyakit yang sudah diderita seseorang. (*/pri)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *