Kantamedia.com – Sahur menjadi momen penting untuk mengisi energi sebelum berpuasa seharian. Namun, demi kepraktisan, sebagian orang memilih memanaskan kembali makanan berbuka untuk disantap saat sahur. Meski lazim dilakukan, tidak semua makanan aman dipanaskan ulang karena berisiko menurunkan kualitas gizi hingga membahayakan kesehatan.
Bayam termasuk makanan yang sebaiknya langsung dihabiskan. Sayuran hijau ini mengandung nitrat tinggi yang dapat berubah menjadi nitrit berbahaya saat dipanaskan kembali. Selain itu, bayam dan sayuran berdaun hijau rentan terkontaminasi bakteri E. coli jika proses memasak, pendinginan, dan pemanasan ulang tidak dilakukan dengan benar.
Telur juga tidak disarankan untuk dipanaskan ulang. University of Greenwich menyebut pemanasan ulang telur dapat memicu oksidasi protein yang berpotensi menghasilkan senyawa berbahaya. Dr. Duvenage menilai makanan tinggi protein lebih aman dikonsumsi dalam kondisi dingin dan maksimal 24 jam setelah dimasak.
Jamur memiliki risiko serupa. Pemanasan ulang dapat merusak kandungan protein dan nutrisi, sekaligus menurunkan rasa dan tekstur. Jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, jamur juga berisiko menimbulkan gangguan pencernaan.
“Sama seperti telur, ketika protein teroksidasi, protein tersebut dapat menjadi karsinogenik,” jelas Dr. Duvenage.
Daging ayam perlu perhatian khusus. Pemanasan ulang bisa membuat protein ayam menjadi keras dan kering. Lebih berbahaya lagi, ayam yang tidak disimpan dengan benar berisiko terkontaminasi bakteri salmonella. Untuk mengurangi risiko, ayam sebaiknya disimpan di lemari es dan dipanaskan hingga suhu sekitar 74 derajat Celsius sebelum dikonsumsi.
Kentang juga termasuk makanan yang tidak aman dipanaskan ulang. Mengutip The Wellness Corner, pemanasan ulang kentang dapat memicu pembentukan solanin, senyawa beracun yang menyebabkan mual dan gangguan pencernaan. Kentang yang dibiarkan pada suhu ruang berisiko ditumbuhi bakteri Bacillus cereus, penyebab keracunan makanan.
Dengan memahami risiko tersebut, umat Muslim diimbau lebih selektif dalam memilih menu sahur. Mengutamakan makanan segar serta penyimpanan yang benar dapat membantu menjaga energi selama puasa tanpa mengorbankan kesehatan. (Mhu).


