Palangka Raya, Kantamedia.com – Warga Jalan Mahir Mahar Raya No.1, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, gempar karena temuan seorang pria meninggal dunia di kamar mandi Toko Mama Kiki, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Korban diduga bernama Agus Rahmat, seorang pengantar barang yang rutin mendistribusikan makanan ringan ke toko tersebut.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh karyawan toko, Mei Citra (22). Ia menuturkan korban datang seperti biasa untuk mengantar barang, lalu meminta izin menggunakan kamar mandi di bagian belakang. “Dia datang antar barang ciki-ciki. Lalu minta izin ke WC. Saya tunjukkan WC paling belakang. Waktu itu toko sedang ramai, jadi kami tidak tahu kapan tepatnya dia masuk,” ujarnya.
Kecurigaan muncul setelah korban tak kunjung keluar. Rekan korban yang ikut mengantar barang mencoba mengetuk pintu berkali-kali, namun tidak ada jawaban. Akhirnya pintu didobrak dan korban ditemukan dalam posisi telungkup dengan celana setengah terlepas. Diperkirakan korban sudah berada di dalam kamar mandi sekitar setengah jam sebelum ditemukan tidak bernyawa.
Heru Sunoko (26), rekan kerja korban, mengaku Agus sempat mengeluh sakit di bagian bawah dada sebelum masuk ke kamar mandi. “Dia bilang sakit di bagian dada bawah. Lalu izin ke kamar mandi. Saya tunggu di truk. Tidak lama kemudian dikabari dia sudah tergeletak,” katanya.
Saksi lain, Bambang, menyebut korban dikenal aktif bekerja dan malam sebelumnya masih terlihat sehat. Seorang pedagang bakso di depan toko juga menuturkan korban sempat memesan makanan, namun pesanan tersebut tidak sempat diambil.
Pihak kepolisian segera mendatangi lokasi, melakukan pemeriksaan TKP, serta mengumpulkan keterangan saksi. Jenazah korban dievakuasi untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan awal mengarah pada gangguan kesehatan mendadak, namun hasil resmi masih menunggu keterangan pihak berwenang.
Peristiwa ini menyisakan duka bagi rekan kerja dan warga sekitar, mengingat korban dikenal sebagai pekerja rutin yang aktif menjalankan tugas distribusi barang di Kota Palangka Raya. (daw).



