Si kucing berlari ke depan ayam-ayam itu. Ia bergegas mengejar mereka dengan tiga kakinya, sedangkan kakinya yang keempat, kaki depannya, menghalau ayam jantan yang ada di belakangnya. Ayam-ayam itu berhamburan lintang-pukang sehingga debu-debu beterbangan.
Setelah beberapa menit, ayam-ayam itu berbaring di kandang, memutar matanya dan mengerang pelan. Air dingin menyiram kucing itu dan ia pun berjalan pergi.
Sejak saat itu, ayam-ayam itu merasa takut untuk mencuri. Ketika melihat si kucing, mereka berkotek dan ramai-ramai bersembunyi di kolong rumah.
Kini si kucing berjalan tenang di sekitar rumah seperti majikan. Dia menggosok-gosokkan kepalanya dengan manja ke kaki kami. Dia meminta pujian dan meninggalkan bulu-bulunya pada celana kami. Kami pun mengganti julukannya dari “Maling” menjadi “Polisi”.
Meskipun Ruben mengaku tidak senang dengan keputusan itu, kami yakin si kucing tidak akan marah atas apa yang kami lakukan. ***
Cerpen diterjemahkan oleh Anton Kurnia dari “Cat-Thief” dalam kumpulan cerita Summer Days (1937) karya Konstantin Paustovski.
Catatan Redaksi:
Kantamedia.com menerima tulisan cerpen, puisi dan opini dari masyarakat luas. Kriteria tulisan adalah maksimum 1.000 kata dan tidak sedang dikirim atau sudah tayang di media lain. Kirim tulisan ke [email protected] disertai dengan tanda pengenal dan foto diri.



