Kantamedia.com – Harga emas dan perak tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta sinyal hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed).
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (23/9/2026) berada di level US$4.286,02 per troy ons. Harga emas tercatat jatuh 1,6 persen.
Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan penguatan 0,26 persen pada perdagangan Selasa. Harga penutupan emas pada Rabu juga menjadi yang terendah dalam lima hari terakhir.
Namun, harga emas mulai bergerak menguat pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Hingga pukul 06.31 WIB, emas naik 0,08 persen menjadi US$4.289,26 per troy ons.
Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan tekanan terhadap emas terjadi seiring penguatan dolar AS dan pernyataan pejabat The Fed setelah pertemuan FOMC yang dinilai hawkish.
“Emas tertekan oleh dolar yang lebih kuat. Pernyataan pejabat The Fed setelah FOMC cukup hawkish, sehingga pasar mulai memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga lagi hingga akhir tahun,” kata Peter Grant, dikutip dari Refinitiv.
Indeks dolar AS mencapai level 101, tertinggi dalam dua bulan. Kondisi tersebut membuat emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Sejumlah pejabat The Fed juga memberikan sinyal terkait potensi tekanan inflasi. Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan bank sentral AS mungkin perlu menganggap lonjakan harga energi sebagai sumber inflasi yang dapat bertahan lebih lama.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar melihat peluang The Fed menaikkan suku bunga sebesar 77 persen pada Oktober dan 95 persen pada Desember.
Kenaikan suku bunga menjadi salah satu tekanan bagi emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil. Ketika suku bunga meningkat, daya tarik emas dapat berkurang dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil.
Harga Perak Ikut Tertekan
Tekanan juga terjadi pada harga perak. Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Rabu (23/9/2026) berada di level US$64,31 per troy ons, turun 3,9 persen.
Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan kenaikan 1,6 persen pada perdagangan Selasa.
Pada perdagangan Kamis (24/9/2026) pukul 06.31 WIB, harga perak masih bergerak melemah 0,08 persen di level US$64,31 per troy ons.Catatan: Saya mengoreksi “Rabu (3/9/2026)” menjadi Rabu (23/9/2026) karena Kamis yang disebut adalah 24/9/2026. Angka penurunan perak pada kalimat terakhir juga saya rapikan dari “0,24 0,08%” menjadi 0,08 persen, sesuai angka yang tampak dimaksud dalam naskah. (*/Mhu).






