Palangka Raya, Kantamedia.com – Jumlah investor pasar modal di Kalimantan Tengah terus meningkat. Hingga Juli 2026, jumlah investor tercatat mencapai 264.721 orang, naik dari 118.611 investor pada Juli 2025.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu alasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah terus memperluas edukasi pasar modal, termasuk menyasar kalangan mahasiswa.
Edukasi tersebut dilakukan melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal bagi mahasiswa baru Universitas Antakusuma, Kabupaten Kotawaringin Barat. Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2026.
Program tersebut mengintegrasikan aspek literasi dan inklusi keuangan melalui edukasi investasi sekaligus mendorong penambahan Single Investor Identification (SID) baru di Kalimantan Tengah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan berbagai instrumen pasar modal, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai mekanisme, manfaat dan risiko investasi sebelum mengambil keputusan.
Kabupaten Kotawaringin Barat sendiri memberikan kontribusi cukup besar terhadap jumlah investor di Kalimantan Tengah. Hingga Juli 2026, jumlah investor di daerah tersebut mencapai 31.467 orang atau sekitar 11,87 persen dari total investor Kalteng.
Jumlah tersebut menempatkan Kotawaringin Barat di posisi ketiga setelah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas.
Sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor, nilai transaksi saham di Kalimantan Tengah juga meningkat. Nilainya naik dari Rp0,12 triliun pada Juli 2025 menjadi Rp0,18 triliun pada Juli 2026.
Sepanjang 2026, OJK Kalteng bersama BEI Kalteng dan perusahaan sekuritas telah melaksanakan sembilan kegiatan Sekolah Pasar Modal Goes to Campus di tujuh perguruan tinggi di Kalimantan Tengah.
Rangkaian edukasi tersebut menghasilkan 816 SID baru. Capaian ini menunjukkan adanya peluang memperluas basis investor dari kalangan mahasiswa, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, karakteristik instrumen investasi dan mitigasi risiko.
Rektor Universitas Antakusuma, Fatchurahman, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan investasi.
“Kami berharap kegiatan Sekolah Pasar Modal ini dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa Universitas Antakusuma, sehingga mereka tidak hanya memiliki pemahaman akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab. Kolaborasi dengan OJK dan BEI ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk memperkuat literasi keuangan di lingkungan perguruan tinggi,” terang Fatchurahman.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan pertumbuhan jumlah investor perlu diimbangi pemahaman yang memadai agar masyarakat dapat memanfaatkan pasar modal secara bijak dan bertanggung jawab.
“Investasi bukan sekadar mengejar keuntungan dalam waktu singkat. Investasi adalah bagian dari proses membangun kebiasaan finansial yang disiplin dan mempersiapkan berbagai tujuan di masa depan. Semakin dini kita mulai memahami dan merencanakan investasi dengan bijak, semakin panjang waktu yang kita miliki untuk membangun fondasi keuangan menuju masa depan yang ingin dicapai,” terang Primandanu.
Sementara itu, Bupati Kotawaringin Barat yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Alfa Husain, mengapresiasi pelaksanaan edukasi pasar modal bagi mahasiswa.
Menurutnya, edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman sekaligus akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
“Peningkatan literasi keuangan, khususnya di bidang pasar modal, perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengetahuan, memahami risiko investasi, dan menjadi bagian dari masyarakat yang semakin cakap dalam mengelola keuangan,” terang Alfa.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber menyampaikan materi terkait pasar modal dan pengelolaan keuangan.
Manajer OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Ika Budhi Pratiwi, menyampaikan materi mengenai pengelolaan keuangan serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan penipuan keuangan.
Selanjutnya, Deputi Kepala BEI Kalimantan Tengah, Randy Perdana, memberikan edukasi mengenai pasar modal dan berbagai instrumen investasi.
Sementara itu, perwakilan perusahaan sekuritas di Kalimantan Tengah memperkenalkan aplikasi online trading serta dasar-dasar analisis saham sebagai bekal awal bagi calon investor.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif mengenai strategi investasi bagi pemula, pengelolaan risiko hingga cara mengenali ciri-ciri investasi ilegal.
Selain memperluas wawasan mengenai pasar modal, kegiatan tersebut diharapkan mendorong mahasiswa membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang terencana serta mengambil keputusan investasi secara cermat, legal dan sesuai dengan profil risikonya.
Melalui kolaborasi OJK Kalteng, BEI Kalteng, perusahaan sekuritas dan perguruan tinggi, edukasi pasar modal diharapkan menjangkau lebih banyak generasi muda sekaligus memperkuat inklusi keuangan yang diimbangi literasi memadai.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membangun ekosistem pasar modal yang sehat, inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (Mhu).






