OJK Kalteng Dukung Penguatan Ekonomi Nelayan Melalui Program EKI

Palangka Raya, Kantamedia.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan pra-inkubasi Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Tanjung Putri, Kabupaten Kotawaringin Barat, sebagai upaya mempercepat penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui akses keuangan yang lebih luas dan inklusif, sekaligus mendukung program strategis pemerintah.

Capaian literasi dan inklusi keuangan pada kelompok petani, nelayan, dan masyarakat perdesaan masih berada di bawah rata-rata nasional. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional masing-masing tercatat sebesar 66,46% dan 80,51%, sementara pada kelompok petani dan nelayan baru mencapai 58,87% dan 69,40%, serta di wilayah perdesaan sebesar 59,60% dan 75,70%.

Desa Tanjung Putri memiliki potensi ekonomi perikanan yang besar, dengan estimasi produksi ikan sekitar 1 ton per hari, serta telah didukung keberadaan agen laku pandai di desa. Potensi ini semakin relevan dengan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diproyeksikan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa sebesar 5,4–16,2%.

Kepala Desa Tanjung Putri, Eli Sapitri, menyampaikan bahwa program EKI memiliki arti penting dalam memperluas akses keuangan formal bagi masyarakat nelayan yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan. “Selain itu, penguatan literasi keuangan juga menjadi kebutuhan penting agar masyarakat dapat memahami dan memilih produk keuangan yang legal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan bahwa pelaksanaan EKI tidak hanya bertujuan memperluas akses keuangan, tetapi juga membangun ekosistem desa yang mandiri dan berkelanjutan. “Melalui tahapan pra-inkubasi, inkubasi, hingga pasca-inkubasi, intervensi program dilakukan secara terarah, mulai dari pemetaan kebutuhan hingga penguatan keberlanjutan,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi edukasi keuangan kepada masyarakat nelayan sebagai upaya meningkatkan pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan yang legal serta pengelolaan keuangan yang baik.

Melalui kegiatan pra-inkubasi Desa EKI ini, diharapkan Desa Tanjung Putri dapat menjadi percontohan penguatan akses keuangan inklusif, produktif, dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada pembiayaan informal yang berisiko.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Desa Tanjung Putri, OPD, serta pimpinan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang berkomitmen memperkuat sinergi hulu–hilir dalam membangun ekosistem keuangan desa yang inklusif dan berdaya saing. (*mhu).

 

 

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *