Sinergi Hulu–Hilir, OJK Kalteng Perkuat Ekosistem Buah Naga

Palangka Raya, Kantamedia.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) komoditas buah naga di Kota Palangka Raya, sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam pengembangan Kampung UMKM Buah Naga Desa Misik, Kelurahan Kalampangan, yang diluncurkan pada Desember 2025.

Kampung UMKM Buah Naga Desa Misik memiliki potensi besar dengan lahan tanam eksisting sekitar 150 hektare yang dapat diperluas hingga 300 hektare, melibatkan sekitar 120 petani dengan produktivitas mencapai 1.000 kg/ha. Dukungan pembiayaan juga terus menguat, tercermin dari penyaluran pembiayaan LJK sebesar Rp6,6 miliar, dengan peluang peningkatan yang masih terbuka. Di sisi hilir, BGN Regional Kalimantan Tengah dan industri perhotelan seperti M Bahalap Hotel Palangka Raya menyatakan kesiapan menyerap produksi buah naga lokal sebagai bentuk implementasi UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan PED sangat ditentukan oleh penguatan ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Penetapan offtaker atau agregator yang kredibel menjadi langkah awal untuk menjamin kepastian pasar, diperkuat melalui perluasan akses business-to-business, pembiayaan berkelanjutan, dan sinergi lintas sektor agar program PED berjalan optimal, inklusif, dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Darliansjah, menekankan pentingnya penguatan ekonomi daerah melalui pendekatan ekosistem yang inklusif dan terintegrasi. “Melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan peran sektor jasa keuangan, kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang telah baik dapat ditransformasikan menjadi lebih inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kepala BGN Regional Kalimantan Tengah, Elisa Agustino, menambahkan bahwa Program SPPG berperan strategis sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus offtaker bagi hasil produksi petani lokal. “Dengan kebutuhan bahan baku yang besar dan berkelanjutan, program ini membuka peluang luas bagi petani lokal untuk menjadi pemasok utama. BGN siap mendukung dan menyerap hasil panen petani, sehingga diperlukan penguatan koordinasi dan pemanfaatan potensi lokal secara optimal,” jelasnya.

Kegiatan FGD diakhiri dengan pemaparan OJK Kalteng mengenai Program PED berbasis komoditas buah naga, serta diskusi interaktif bersama OPD, LJK, pelaku industri, dan calon offtaker untuk membahas dukungan konkret dari aspek pembiayaan, produksi, dan penyerapan hasil.

Sebagai hasil kesepakatan, buah naga ditetapkan menjadi fokus Program PED Kalimantan Tengah Tahun 2026, dengan komitmen seluruh pihak untuk membentuk ekosistem terintegrasi dan berkelanjutan yang mampu meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat daerah. (Mhu).

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *