Musala Terapung di WFC Jadi Inovasi Religi Adaptif di Sungai Barito

Muara Teweh, Kantamedia.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun infrastruktur publik yang inovatif dan adaptif terhadap kondisi alam. Salah satu bukti nyatanya adalah kehadiran musala terapung yang kini berdiri megah di kawasan Water Front City (WFC), Jalan Panglima Batur, Muara Teweh.

Bangunan yang kini menjadi ikon religi baru di Barito Utara ini dirancang dengan pendekatan arsitektur adaptif. Berdiri di atas empat pilar dari pipa baja yang kokoh, musala ini mampu menyesuaikan diri dengan fluktuasi permukaan Sungai Barito—naik saat banjir, dan stabil ketika air surut.

Proyek ini merupakan bagian dari visi jangka panjang pemerintah daerah yang ingin menghadirkan tempat ibadah yang bukan hanya fungsional, tetapi juga estetis dan sesuai dengan karakter geografis daerah. Kepala Dinas PUPR Barito Utara, M. Iman Topik, menyampaikan bahwa pembangunan musala ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan fasilitas publik yang aman, nyaman, dan relevan dengan kondisi lokal.

Baca juga:  Pemkab Barito Utara Dukung Verifikasi Proklim Utama di Desa Pendreh

“Musala terapung bukan hanya simbol keindahan dan ketenangan beribadah, tapi juga refleksi dari semangat kami untuk membangun infrastruktur yang menyatu dengan alam,” ujar Iman Topik, Rabu (7/5/2025).

Musala ini sebelumnya dikenal sebagai Langgar Nurul Iman dan telah mengalami transformasi besar baik dari sisi fisik maupun nilai fungsionalnya. Kini, selain menjadi tempat ibadah, bangunan ini juga memperkuat identitas religius kawasan WFC yang di seberangnya berdiri Islamic Centre Muara Teweh.

Pemkab Barito Utara berharap musala ini bisa menjadi magnet wisata religi sekaligus tempat spiritual yang menghadirkan rasa tenteram di tengah kota yang dinamis. “Kami ingin setiap proyek membawa makna lebih dari sekadar bangunan. Ini tentang pelayanan, pengabdian, dan penghormatan terhadap nilai-nilai yang hidup di masyarakat,” tambah Iman.

Baca juga:  128 Pelajar Ikuti Seleksi Paskibraka Barito Utara 2026

Dengan konsep “Bekerja Ikhlas, Bekerja Ibadah, Semangat Melayani”, Pemkab Barito Utara terus mendorong pembangunan berkelanjutan yang menjawab kebutuhan masa kini dan masa depan, tanpa melupakan identitas lokal. (fiz)

TAGGED:
Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *