85 Persen Kebutuhan Cabai Palangka Raya Masih Bergantung Luar Daerah

PALANGKA RAYA, kantamedia.com – Produksi cabai lokal Kota Palangka Raya baru mampu memenuhi sekitar 13-15 persen kebutuhan daerah. Artinya, sebagian besar kebutuhan cabai masyarakat masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Yusianto, mengatakan ketergantungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat harga cabai di Palangka Raya mudah terpengaruh ketika produksi maupun distribusi dari daerah pemasok mengalami gangguan.

“Kebutuhan lokal kita saat ini baru mampu dipenuhi sekitar 13 sampai 15 persen. Artinya, sekitar 85 persen kebutuhan lainnya masih dipenuhi dari luar daerah,” kata Yusianto, Kamis (24/9/2026).

Selama ini, salah satu pemasok utama Palangka Raya berasal dari Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, khususnya Barabai. Jarak yang relatif dekat membuat biaya transportasi dari sentra tersebut lebih rendah dibandingkan pasokan dari Jawa.

Namun, kondisi produksi di Barabai saat ini juga mengalami tekanan. Harga cabai di daerah tersebut disebut sudah berada di kisaran Rp110 ribu per kilogram, bahkan dapat lebih tinggi.

Kondisi tersebut membuat pasokan dari Jawa mulai menjadi pilihan. Yusianto menyebut Blitar dan Jember menjadi salah satu sumber pasokan yang relatif tersedia saat ini.

Harga cabai di tingkat sumber dari Blitar dan Jember berada di kisaran Rp64 ribu-Rp68 ribu per kilogram. Setelah melalui rantai distribusi menuju Palangka Raya, harganya dapat mendekati Rp100 ribu per kilogram.

Ketergantungan terhadap pasokan luar daerah semakin terlihat ketika produksi di sentra-sentra cabai mengalami penurunan. Yusianto mengatakan kemarau panjang membuat tanaman lama kehilangan produktivitas, sementara tanaman baru masih dalam proses penanaman.

“Jadi penyebabnya merupakan akumulasi. Kita tidak bisa hanya menyalahkan sisi pasokan ataupun permintaan. Keduanya berpengaruh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan DPKUKMP Kota Palangka Raya Fajar Bhakti mengatakan pasokan cabai ke Palangka Raya memang sebagian besar masih berasal dari luar daerah, terutama Jawa dan Kalimantan Selatan. Pasokan lokal ada, tetapi jumlahnya masih terbatas.

Menurut Fajar, penurunan volume pasokan saat ini turut dipengaruhi hambatan transportasi serta dampak karhutla dan kabut asap yang mengganggu jalur distribusi.

Kondisi tersebut membuat penguatan produksi lokal menjadi penting, terutama untuk mengurangi ketergantungan ketika sentra pemasok utama mengalami gangguan. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *