Daya Beli Jadi Kendala Penebusan Pupuk Subsidi di Palangka Raya

PALANGKA RAYA, kantamedia.com– Keterbatasan dana menjadi salah satu kendala yang dihadapi sebagian petani dalam menebus pupuk bersubsidi di Kota Palangka Raya. Padahal, berdasarkan pemantauan dinas, ketersediaan pupuk dan proses distribusi melalui kios penyalur sejauh ini masih berjalan lancar.

Sugiyanto mengatakan, hasil monitoring dan evaluasi rutin di kios serta PPTS menunjukkan sebagian kecil petani belum menebus pupuk karena belum memiliki uang. Situasi musim kemarau juga memengaruhi aktivitas pertanian di wilayah tersebut.

“Distribusi penyaluran pupuk tidak ada masalah. Ada sebagian kecil petani yang belum menebus karena kendala belum ada uang berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi rutin yang kami lakukan ke kios/PPTS,” jelas Sugiyanto, Senin (12/10/2026).

Data e-RDKK 2026 mencatat sebanyak 1.839 petani di Palangka Raya. Dinas menyatakan belum menemukan petani terdaftar yang gagal menebus pupuk bersubsidi. Alokasi yang tersedia juga dinilai masih mencukupi kebutuhan saat ini.

Hingga Agustus 2026, penyaluran pupuk bersubsidi tercatat sebanyak 88.384 kilogram urea, 732.069 kilogram NPK, dan 66.600 kilogram pupuk organik. Rendahnya penyaluran pupuk organik dikaitkan dengan keterbatasan bahan baku di tingkat produsen, bukan gangguan distribusi di tingkat kota.

Keterangan mengenai kendala pembiayaan tersebut juga disampaikan Ketua Poktan Makmur Sembada, Basuki. Ia mengatakan petani yang terdaftar dalam e-RDKK di kelompoknya telah memperoleh pupuk sesuai alokasi.

“Kendalanya cuma di pendanaan. Semua petani yang terdaftar dalam RDKK mendapatkan pupuk semua,” kata Basuki dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Basuki, pengambilan pupuk biasanya dilakukan setelah kelompok memperoleh informasi bahwa pasokan telah datang. Untuk jenis pupuk, petani hortikultura di kelompoknya mendapatkan NPK dan Petroganik, sedangkan urea diperuntukkan bagi petani padi.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa kelancaran distribusi belum selalu berarti seluruh pupuk dapat segera ditebus. Kemampuan menyediakan dana menjadi faktor yang turut menentukan pemanfaatan pupuk bersubsidi oleh petani.

Karena itu, pemantauan penyaluran perlu memperhatikan tidak hanya ketersediaan stok dan jumlah pupuk yang keluar dari kios, tetapi juga kendala yang membuat petani menunda penebusan. (daw)

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *