Palangka Raya Catat 224 Kasus Karhutla Sepanjang 2025

Palangka Raya, Kantamedia.com  – Sepanjang tahun 2025, Kota Palangka Raya mencatat 224 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menjadikannya wilayah dengan kasus tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah.

Data tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, usai melakukan evaluasi penanganan karhutla, Kamis (16/10/2025).

“Sebagaimana tadi dipaparkan, kalau di Kota Palangka Raya ada 224 kejadian sepanjang tahun 2025. Dari total itu, 150 kejadian telah diakses dan ditangani langsung oleh TRC BPBD Kota Palangka Raya, selebihnya oleh swakarsa,” ujarnya.

Kejadian karhutla tercatat di empat kecamatan, yakni Sebangau, Pahandut, Jekan Raya, dan Bukit Batu. Sementara Kecamatan Rakumpit tidak melaporkan adanya kebakaran sepanjang tahun ini.

“Total luas lahan yang terbakar sekitar 47,35 hektare, tersebar di beberapa titik kecil. Jadi tidak terjadi di satu area luas,” jelas Arbert.

Ia menyebut, sebagian besar kebakaran diduga berasal dari aktivitas masyarakat yang masih membuka lahan dengan cara membakar. Namun, belum ada kasus yang diproses secara hukum.

“Untuk tahun 2025 ini belum ada proses hukum. Kami masih mengedepankan pembinaan kepada masyarakat. Karena titik api yang muncul relatif kecil dan cepat ditangani,” katanya.

Pemerintah Kota Palangka Raya tetap siaga menghadapi potensi karhutla dengan melibatkan lintas sektor, tim relawan, dan masyarakat dalam pemantauan serta penanganan dini.

“Langkah antisipasi tetap kami lakukan secara terpadu. Semua peralatan dalam kondisi siaga dan siap digerakkan sewaktu-waktu bila diperlukan,” tegas Arbert.

Menjelang puncak musim kering, Pemko terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar demi mencegah dampak yang lebih luas. (Daw).

Bagikan berita ini
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *