Palangka Raya, Kantamedia.com — Laju inflasi di Kalimantan Tengah masih menunjukkan tren peningkatan pada Mei 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) mencapai 4,56 persen, sementara inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) tercatat sebesar 0,34 persen.
Plt. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di empat kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK), nilai IHK Kalimantan Tengah meningkat dari 111,97 pada April 2026 menjadi 112,35 pada Mei 2026.
Menurut Maria, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil sebesar 0,17 persen. Sejumlah komoditas yang dominan mendorong kenaikan harga antara lain beras, solar, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan angkutan udara.
“Kelompok transportasi memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 0,17 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi month-to-month yaitu beras sebesar 0,08 persen, solar dan bahan bakar rumah tangga masing-masing 0,07 persen, serta minyak goreng dan angkutan udara masing-masing 0,04 persen,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Secara tahunan, tekanan inflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil 2,69 persen terhadap inflasi Kalimantan Tengah.
Komoditas yang paling signifikan memicu kenaikan harga sepanjang setahun terakhir adalah beras dan emas perhiasan yang masing-masing menyumbang andil sebesar 0,59 persen. Selain itu, kenaikan harga ikan nila, minyak goreng, dan sigaret kretek mesin turut memperkuat tekanan inflasi di daerah.
“Secara year-on-year, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kalimantan Tengah. Komoditas yang memberikan andil signifikan antara lain beras, emas perhiasan, ikan nila, minyak goreng, dan sigaret kretek mesin,” jelas Maria.
Dari sisi wilayah, BPS mencatat tiga daerah penghitungan IHK di Kalimantan Tengah mengalami inflasi bulanan, sementara Kabupaten Kapuas menjadi satu-satunya daerah yang mengalami deflasi pada Mei 2026. Meski demikian, secara tahunan seluruh kabupaten/kota amatan masih mencatat inflasi.
Maria menambahkan, terdapat sejumlah faktor eksternal dan musiman yang memengaruhi perkembangan harga selama Mei 2026. Di antaranya momentum hari besar keagamaan, dinamika geopolitik global, serta terbatasnya pasokan beras lokal karena sebagian besar wilayah belum memasuki masa panen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengendalian inflasi daerah masih menghadapi tantangan, terutama pada komoditas pangan strategis yang sensitif terhadap gangguan pasokan dan distribusi. Di tengah upaya menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, stabilitas harga kebutuhan pokok dinilai menjadi faktor penting untuk mempertahankan daya beli masyarakat Kalimantan Tengah sepanjang tahun 2026. (Daw).


